Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMPROV GORONTALO

Gubernur Gorontalo Evaluasi Kesiapan LO Sambut PENAS Tani Nelayan XVII

×

Gubernur Gorontalo Evaluasi Kesiapan LO Sambut PENAS Tani Nelayan XVII

Sebarkan artikel ini
Gorontalo PENAS
Rapat Evaluasi Kesiapan LO Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang dipimpin Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail di Aula Rujab Gubernur Gorontalo. Foto/Diskominfotik

Gorontalo – Kesiapan Liaison Officer (LO) dalam mendampingi kontingen peserta menjadi fokus pembahasan pada Rapat Evaluasi Kesiapan LO Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang dipimpin Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail di Aula Rujab Gubernur Gorontalo, Senin (8/6/2026).

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo Muljady Mario, pimpinan OPD selaku penanggung jawab LO, serta unsur panitia penyelenggara PENAS XVII.

Dalam rapat tersebut, masing-masing LO melaporkan perkembangan terbaru jumlah peserta, kehadiran kepala daerah, jadwal kedatangan, kesiapan homestay/hotel, hingga kebutuhan transportasi kontingen dari masing-masing provinsi. Kalimantan Timur tercatat sebagai salah satu kontingen terbesar dengan 556 peserta, disusul Sulawesi Tengah 508 peserta, Sulawesi Tenggara 306 peserta, Kalimantan Selatan 298 peserta, Sulawesi Utara 290 peserta, Aceh 270 peserta, dan Sumatera Utara 261 peserta.

Selain itu, Sumatera Selatan melaporkan 250 peserta, Kalimantan Utara 242 peserta, Sulawesi Selatan 229 peserta, Maluku Utara 180 peserta, Kalimantan Tengah 180 peserta, Papua Barat Daya 159 peserta, Papua Tengah 148 peserta, serta Maluku sebanyak 140 peserta.

Sementara itu, Jawa Barat mengonfirmasi 124 peserta, Nusa Tenggara Barat 115 peserta, Riau 73 peserta, Lampung 68 peserta, Jawa Tengah 66 peserta, Daerah Istimewa Yogyakarta 61 peserta, Jawa Timur 58 peserta, Sumatera Barat 50 peserta, Jambi 31 peserta, Bengkulu 23 peserta, Kalimantan Barat 20 peserta, Kepulauan Riau 14 peserta, dan Papua Selatan 5 peserta.

Selain kontingen dari berbagai provinsi, panitia juga menerima laporan kesiapan peserta lokal dari Gorontalo yang akan dilibatkan dalam sejumlah kegiatan PENAS XVII. Berdasarkan data sementara yang disampaikan dalam rapat, Kabupaten Gorontalo Utara menyiapkan sekitar 3.000 peserta, Kabupaten Gorontalo 2.000 peserta, Kabupaten Bone Bolango 2.000 peserta, dan Kabupaten Boalemo 37 peserta.

Gusnar menekankan pentingnya pembaruan data secara berkala agar pemerintah daerah dapat memantau perkembangan peserta dan mengambil langkah cepat terhadap kebutuhan yang muncul menjelang pelaksanaan kegiatan.

“Saya minta ada laporan ter-update. Jumlah kontingen yang akan datang, rincian pesertanya, pejabat yang hadir, semuanya harus bisa saya ikuti perkembangannya,” ujar Gusnar.

Menurutnya, keberhasilan Gorontalo sebagai tuan rumah tidak hanya ditentukan oleh kelancaran agenda utama, tetapi juga oleh kualitas pelayanan yang diberikan kepada seluruh peserta. Karena itu, setiap LO diminta memahami secara detail kondisi kontingen yang menjadi tanggung jawabnya, mulai dari kedatangan, akomodasi, hingga kepulangan peserta.

“Masing-masing penanggung jawab sudah harus tahu persis mulai sekarang, termasuk lokasinya dan persiapannya,” tegasnya.

Selain mengevaluasi kesiapan kontingen, rapat juga membahas kondisi venue yang akan digunakan untuk berbagai agenda PENAS. Gubernur meminta seluruh OPD penanggung jawab segera memastikan kesiapan lokasi kegiatan serta melakukan pemantauan secara langsung terhadap berbagai kebutuhan teknis di lapangan.

Menjelang pelaksanaan PENAS yang tinggal menghitung hari, Gusnar mengajak seluruh panitia dan LO untuk memperkuat koordinasi dan fokus menyelesaikan seluruh persiapan yang masih berjalan.

“Tinggal 12 hari lagi. Saya harap kita lebih fokus menangani persiapan ini dan saling mengingatkan untuk melaksanakan apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita. Insyaallah semua berjalan lancar,” pungkasnya.