Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialBOALEMO

Gencarkan Boalemo 2026: Pegadaian & OJK ‘Gempur’ Kampus dan Sekolah, Targetkan Pelajar Melek Emas

×

Gencarkan Boalemo 2026: Pegadaian & OJK ‘Gempur’ Kampus dan Sekolah, Targetkan Pelajar Melek Emas

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id​ – Menghadapi tantangan ekonomi digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng PT Pegadaian melalui Pegadaian BSG untuk meluncurkan Program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) 2026. Kabupaten Boalemo dipilih menjadi titik sentral edukasi dengan sasaran utama kaum muda: Pelajar dan Mahasiswa.

​Pemimpin Cabang PT Pegadaian Limboto, Nurmubin Husin, menekankan bahwa generasi muda adalah kunci utama dalam memutus mata rantai penipuan keuangan yang marak terjadi belakangan ini.

​Nurmubin menjelaskan bahwa edukasi kali ini dikemas secara kekinian. Tak hanya sosialisasi tatap muka, para peserta juga dibekali dengan kemampuan digital melalui aplikasi terbaru.

​”Zaman sekarang semua ada di genggaman. Kami memperkenalkan aplikasi TRING by Pegadaian agar adik-adik mahasiswa tahu bahwa mengakses layanan keuangan resmi itu semudah bermain media sosial. Kami juga membekali mereka lewat Training of Trainers agar mereka punya skill mengedukasi orang lain,” ungkap Nurmubin.

​Salah satu poin paling mencolok dalam program ini adalah target inklusi keuangan yang sangat tinggi. Pegadaian optimis bahwa investasi emas bisa menjadi gaya hidup baru di Boalemo.

​”Kami tidak ingin mereka hanya sekadar tahu, tapi juga memiliki akses. Target kami, 90% pelajar dan mahasiswa di Boalemo punya Tabungan Emas Pegadaian. Investasi emas itu keren, aman, dan harganya cenderung naik. Ini cara terbaik bagi anak muda untuk menyiapkan masa depan tanpa perlu modal besar di awal,” tambah Nurmubin dengan penuh semangat.

​Lebih dari sekadar menabung, program ini bertujuan menjadikan pelajar sebagai Agent Informasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk memerangi tawaran investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang sering mengincar masyarakat awam.

​”Mahasiswa harus jadi ‘filter’ di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang benar, mereka bisa menghindarkan orang tua atau tetangga dari iming-iming keuntungan tidak wajar yang ujung-ujungnya merugikan. Kita ingin masyarakat Boalemo hanya bertransaksi pada lembaga yang diawasi OJK,” tegasnya. (Adv)