Dulohupa.id – Aksi pencurian kembali terjadi di Kota Gorontalo pada Jumat (06/03/2026). Kali ini, yang menjadi korban salah satu warga di Kelurahan Bulotaadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.
Parahnya, aksi pencurian ini terjadi saat korban bernama Candra Nailu meninggal rumah untuk pergi melaksanakan sholat tarawih di mesjid.
Dari keterangan, saat itu korban berangkat ke mesjid untuk sholat tarawih. Sebelum berangkat, korban menyimpan barang-barang berharganya di dalam kamar, dan kemudian mengunci kamar tersebut.
Usai sholat, Candra kembali ke rumah. Namun naasnya, didapatkan pintu kamarnya sudah dalam keadaan terbuka. Selain itu, ada alat yang tertinggal dilantai dan diduga kuat oleh korban telah ada yang masuk secara paksa ke dalam kamarnya.
“Di lantai ada alat yang tertinggal, kayaknya itu yang digunakan untuk membuka kunci kamar,” ujar Candra kepada Dulohupa.
Mendapati hal tersebut, Candra bergegas untuk memeriksa ke dalam kamar, dan nyatanya tas ransel yang berisi uang sebesar Rp 40 juta lebih sudah tidak ada lagi.
“Saya periksa ke dalam kamar, tas yang ada isi uang itu sudah hilang,” tandasnya.
Setelahnya, ia yang panik kemudian berusaha meminta bantuan kepada warga setempat, namun naas warga maupun kerabat mengaku tidak melihat pelaku yang membobol kunci pintu kamarnya.
Candra bersama teman-temannya kemudian berusaha mencari ke belakang rumah yang mungkin bisa menemukan jejak lain, setelah dilakukan pencarian lagi, tas ransel yang hilang itu ditemukan berada di selokan. Tapi sayangnya, uang kurang lebih Rp 40 juta hilang diduga dicuri maling.
“Dapat tas itu kami periksa ternyata tersisa Rp 4 juta lebih, sisanya kurang lebih Rp 40 juta hilang,” ucap Candra.
“Hanya uang yang dia ambil, barang-barang berharga lain seperti ipon dan hp tidak diambil,” lanjutnya.
Aksi pencurian ini kemudian telah dilaporkan oleh korban ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Utara untuk dilakukan pengembangan dan pencarian.











