Dulohupa.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo mengawali tahun 2026 dengan menggelar agenda penguatan internal dalam rangka pembinaan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK.
Pembinaan ini berfokus pada peningkatan motivasi dan evaluasi kinerja yang dipimpin langsung oleh kepala Dinas LHK, Fayzal Lamakaraka didampingi Sekretaris DLHK, Syahbuddin Buata bertempat di aula DLHK, Selasa (06/1/2026).
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh kepala-kepala KPH, Pejabat Administrator dan Fungsional di Lingkup DLHK, serta Polisi Kehutanan. Pertemuan di awal tahun ini menjadi simbol sinergi yang kuat dalam mendukung tata kelola pemerintahan Provinsi Gorontalo untuk menjamin kualitas pelayanan publik yang aman dan kondusif bagi masyarakat di sekor lingkungan dan kehutanan.
Dalam arahannya, Fayzal menegaskan bahwa pergantian tahun harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat etos kerja serta kedisiplinan. Ia berharap seluruh aparatur tidak terjebak dalam rutinitas semata, melainkan terus berinovasi dalam memberikan solusi bagi persoalan warga di lapangan atau di tingkat tapak.
Ia menegaskan agar para ASN memperbaiki kinerja dan melengkapi administrasi yang masih kurang. Menurutnya tantangan ke depan menuntut ASN bekerja lebih profesional, solid, dan responsif.
“Kita ketahui bersama bahwa Gubernur kita ini sangat komitmen dan disiplin. Olehnya disiplin dan loyalitas dijunjung tinggi demi mewujudkan misi Gorontalo maju dan sejahtera,” tegas Kadis DLHK.
Menurutnya, pada momen awal tahun ini juga harus disamakan visi terhadap seluruh OPD agar tujuan pembangunan dapat tercapai.
Fayzal juga mengevaluasi capaian-capaian kerja setiap jajarannya yang telah dilakukan pada tahun 2025. Ia menekankan pentingnya penyamaan persepsi, penguatan kinerja, serta peningkatan kualitas pelayanan. ASN diminta jangan ada kecemberuan sosial dalam mengeksekusi kegiatan di lapangan.
“Saya harap teman-teman bisa membagi tugas, saling suport, tidak ada kecemburuan di maisng-masing bidang maupun unit KPH,” pintanya.
“Saya juga minta agar urusan administrasi, LHKPM dan SPT dan laporan lainnya agar selesai Januari ini. Saya tidak mau tahu, pekerjaan ini sudah selesai,” tegasnya.
Disamping itu, DLHK saat ini mendapat dukungan anggaran dari program Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund dalam rangka pengurangan emisi. Kegiatan ini dilaksanakan Kelompok kerja (Pokja) Output 2 Provinsi Gorontalo melalui Dinas LHK bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) serta Wahana Mitra Mandiri. Olehnya, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberlanjutan program.
Reporter: Enda











