Dulohupa.id – Staf pengajar ilmu lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr Iswan Dunggio, M.Si menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan sosialisasi Kebijakan Tata Kelola Hutan dan Pengurangan Emisi yang digelar di Yulia Hotel pada tanggal 15-16 Desember 2025.
Sosialsasi itu dilaksanakan oleh kelompok kerja (Pokja) Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) serta Wahana Mitra Mandiri.
Dalam materinya, Iswan menyampaikan materi bertemakan Kajian Ilmiah Dampak Tata Kelola Hutan terhadap Pengurangan Emisi dan Ketahanan Iklim Daerah. Iswan menjelaskan emisi merupakan pelepasan zat terutama gas (CO2, CH₄, dan N2O) ke atmosfer.
Emisi bersumber dari berbagai aspek seperti Energi (Pembakaran batu bara, minyak, dan gas untuk pembangkit listrik dan pemanas), Transportasi (Gas buang dari mobil, truk, pesawat, dan kapal), Industri (proses produksi pabrik semen, bahan kimia, pertanian (penggunaan pupuk nitrogen, ternak (metana), dan pengelolaan limbah, Rumah Tangga (pembakaran kayu bakar, penggunaan listrik yang sebagian besar dari fosil, serta Kehutanan & Lahan (Alih fungsi lahan, deforestasi, dan kebakaran hutan).
Emisi gas rumah kaca (GRK) menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim dengan dampak luas seperti suhu bumi naik, permukaan laut naik, cuaca ekstrem (badai, banjir, kekeringan) meningkat, ekosistem terganggu, produksi pangan menurun, kualitas udara memburuk, serta kesehatan manusia terancam penyakit masalah pernapasan.
Dalam sektor kehutanan sendiri, Iswan mendorong pemerintah berupaya menurunkan emisi dengan melakukan rehabilitasi dan penanaman kawasan hulu DAS yang umumnya memiliki lereng curam. Kemudian melakukan rehabilitasi pada wilayah riparian sungai, menerapkan sistem konservasi tanah dan air pada wilayah tengah dan hilir DAS, serta Rehabilitasi mangrove pada wilayah hilir DAS.
Sementara dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat juga bisa berpartisipasi dalam mengurangi emisi yakni beralih ke transportasi umum dapat membantu mengurangi emisi karbon karena mengurangi volume kendaraan yang ada di jalanan. Gaya hidup berkelanjutan juga dapat mengurangi emisi karbon, misalnya mendaur ulang sampah.
Reporter: Enda











