Dulohupa.id – Rencana diterapkannya sistem satu arah atau one way di jalan DR H.B Jassin Kota Gorontalo, gelombang keberatan mulai nyaring disampaikan warga. Tak hanya pedagang kaki lima, masyarakat hingga driver ojek online (ojol) turut menyesalkan kebijakan pemerintah ini.
Salah satu warga, Uten cukup menyayangkan kebijakan satu arah di jalan HB Jassin ini. Menurut dia, ini cukup menyulitkan masyarakat yang beraktivitas di jalur tersebut.
“Kalau mo satu arah itu, nantinya mo bagaimana itu. Torang ini kasian, inikan termasuk jalan poros, ada torang pe kerjaan, ada yang kesana ada yang kesini, artinya kalau mau dicarikan jalan alternatif lain dikhawatirkan menghambat pekerjaan,” ujar Uten kepada Dulohupa, Kamis (23/10/2025).
“Torang pe waktu juga mo tersita, torang baku riki, cukup memberatkan,” lanjutnya.
Menurut Uten, kondisi jalan HB Jassin saat ini belum terlalu parah dalam hal kemacetan. Menurut dia, kondisi jalan yang ada masih cukup lancar.
“Ini belum terlalu kalau cuman macet, soalnya agak besar jalan to,” ucap Uten.
Selain itu, juga ditambahkan pengemudi ojol yang mengungkapkan cukup memberatkan kepada mereka para driver di jalan. Omi, salah satu driver ojol bentor mengatakan bahwa kebijakan ini cukup merugikan para ojol.
“Kalau saya tidak setuju sih, soalnya mo ba putar jao, baru lagi di aplikasi tidak mo berubah depe harga, jadi torang yang merasa dirugikan, torang rugi di bensin lagi, iya kurang setuju,” jelas Omi.
Tak hanya Omi, driver ojol lain, Iswan juga mengungkapkan hal yang senada soal rencana penerapan sistem satu arah di jalan HB Jassin ini.
“Iya tidak setuju, karena bikin susah pa torang,” tandas Iswan.
“Misalnya ambe order disana di jalan Jeruk, baru mo antar di Saronde berarti ba putar lagi, padahal kalo lewat jalan utama ini lebe dekat,” sambungnya.
Iswan menilai bahwa jalan HB Jassin ini belum cocok untuk diberlakukan satu arah, terlebih ia mengatakan bahwa kendaraan di ruas jalan tersebut belum terlalu parah menimbulkan kemacetan.
“Ini jalan ini belum cocok mo bikin satu arah, inikan tidak terlalu macet. Kalau jalan-jalan di kota besar, wajar dorang mo bikin satu arah karena memang macet, kalau disini kan belum,” jelasnya.
“Bensin so mahal, jalan so ba putar lagi, banyak potongan lagi di aplikator, bikin siksa pa torang. Cukup memberatkan, cuman yaa mo ba komplen juga tidak ada tampat mo ba komplen akan iyo kan, jadi bagitu saja, cuma mo pasrah dengan keadaan yang pemerintah jaga beken,” tutup Iswan.
Reporter: Yayan












