Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar ismail mengapresiasi Desa Mutiara Laut masuk 15 desa terbaik nasional Berkinerja Baik Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2025.
Prestasi membanggakan ini mengharumkan Gorontalo dengan menerima penghargaan langsung dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto yang diselenggarakan di Yasmin Hotel Lippo Karawaci Tangerang Banten pada Rabu (08/10/2025) kemarin. Berdasarkan hasil evaluasi pengimputan eHDW untuk triwulan III 2025, tercatat Provinsi Gorontalo masuk peringkat 4 besar dimana untuk score card eHDW 40 keatas mencapai 68,9% dari seluruh desa di Gorontalo.
Gusnar mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen masyarakat, perangkat desa, Dinas Dukcapil-PMD dan pihak terkait. Menurutnya, penurunan angka stunting tidak bisa dilakukan secara individu, tetapi melalui kolaborasi yang solid. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, khususnya yang berbasis kesehatan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menargetkan angka stunting atau tengkes hingga akhir 2025 turun menjadi 20 persen. Berdasarkan data 2024, angka tengkes di Gorontalo mencapai 23,5 persen, masih di atas rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.
Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie telah melakukan berbagai langkah strategis. Langkah tersebut meliputi penyaluran bantuan pangan, pemberian makanan tambahan bagi anak-anak berisiko tengkes, ibu hamil dan menyusui, serta penguatan aksi konvergensi yang melibatkan lintas sektor.
Sementara Kepala Dinas Dukcapil dan PMD Provinsi Gorontalo (Reflin Buata) menjelaskan, sebelumnya Desa Mutiara Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara telah melewati penilaian desa terbaik secara berjenjang yang dilakukan tim penilai Kemendes PDT melakukan verifikasi lapangan. Penilaian desa berkinerja baik tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga meliputi berbagai aspek krusial mulai dari rembuk desa, kelembagaan, pemanfaatan dana desa, inovasi program, hingga evaluasi dan monitoring yang dijalankan.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama dan bukti kolaborasi antara para masyarakat, Kader, Pemerintah Desa, Kecamatan, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi serta Peran Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Tomilito bersama Tenaga Ahli P3MD PIC Stunting,” ujar Kadis Reflin.
Disamping itu, Kepala Desa Mutiara Laut, Danles Rahman mengatakan, prestasi ini tidak lain adanya kolaborasi dengan pemerintah desa bersama masyarakat setempat membuat terobosan memanfaatkan pangan lokal berbahan sayur daun kelor dibuatkan kue curuti yang disukai anak-anak, serta ibu hamil dan menyusui sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Danles menuturkan bahwa pencegahan stunting di desa selalu melaksanakan konsolidasi data dengan para kader lainnya.
Redaksi











