Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPERISTIWA

Gorontalo Waspada Tsunami, Warga Paguat Pilih Tidur Siang

×

Gorontalo Waspada Tsunami, Warga Paguat Pilih Tidur Siang

Sebarkan artikel ini
Salah seorang warga di Pesisir Pantai Paguat nampak terlihat bersantai di teras rumahnya yang menghadap langsug ke laut lepas, Meski telah ada peringatan dini Tsunami di Gorontalo, Rabu (30/7) (F. Hendrik Gani/ Dulohupa.id)

Dulohupa.id- Informasi status waspada peringatan dini tsunami di Gorontalo, Rabu (30/7). Ditanggapi santai oleh warga pesisir pantai di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato. Warga terlihat santai dan beraktifitas normal seperti hari biasanya. Bahkan ada warga yang memilih tidur siang di pinggir pantai sambil menikmati angin laut.

Kondisi terkini laut paguat usai dikeluarkannya status Waspada Tsunami di Gorontalo, Rabu (30/7) (F. Dulohupa.id)

Hal ini seperti hasil pantauan Redaksi Dulohupa.id di sejumlah desa yang berada di Pesisir pantai Paguat, Kabupaten Pohuwato usai dikeluarkannya status waspada tsunami di Gorontalo oleh BMKG. Meski telah mendapatkan informasi terkait ancaman tsunami yang diperkirakan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) akan tiba pukul 16.40 wita di Gorontalo. Warga terlihat tidak panik dan beraktifitas seperti biasanya.

Sejumlah ibu-ibu nelayan nampak masih terlihat beraktifitas dan mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan normal dan tidak terlihat panik. Sejumlah anak-anak juga nampak berlarian dan bermain seperti biasa. Bahkan, beberapa nelayan terlihat tiduran di selasar rumahnya yang menghadap langsung ke lautan lepas sembari menikmati hembusan angin pantai.

Feri salah seorang warga Paguat mengatakan, Warga sekitar tidak terlalu panik mendapatkan informasi terkait peringatan dini ancaman tsunami di Gorontalo. Karena menurutnya, Sesuai dengan info melalui media sosial, Tsunami hanya akan sampai di pesisir Kota Gorontalo dan tidak akan mencapai pantai Pohuwato. Selain itu, Feri juga mengatakan, ketinggian Tsunami menurut kabar yang diterimanya hanya akan mencapai 0,5 meter.

“Insya allah tidak sampai kesini (Paguat,red) Tsunaminya. Lagian kalau cuma setengah meter, bukan tsunami itu, cuma ombak biasa. Kami nelayan sudah biasa melihat ombak yang tingginya sampai empat meter,” ujarnya sambil tersenyum.

Olehnya Feri menghimbau kepada warga lainnya untuk tidak terlalu panik, Namun tetap waspada.

 

Hendrik Gani