Dulohupa.id – Pani Gold Project bantu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) air minum Tirta Moolango lakukan pemeliharaan sumber air bersih yang akan dipasok ke masyarakat yang ada di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Kamis (6/3/2025).
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan belum lama ini berupa perbaikan jaringan pipa air bersih dan mereka juga melakukan pengerukan sedimen yang membuat sumber air terang di gunung pani, Desa Hulawa tidak menjadi dangkal lagi.
Kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Pohuwato menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 160.187 jiwa tahun 2024, sehingga air bersih yang disuplai lewat PDAM sangat dibutuhkan masyarakat bumi panua demi kelangsungan hidup mereka.
Dengan pemeliharaan tersebut, diperkirakan selama bulan suci Ramadhan suplai air bersih ke rumah-rumah masyarakat akan meningkat dua kali lipat.
External Affairs Manager Pani Gold Project, Mahesha Lugiana mengatakan bahwa pihaknya hadir di Kabupaten Pohuwato untuk memberikan dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pohuwato.
“Kami, Pani Gold Project sudah berkomitmen untuk hadir menjadi tetangga yang baik. Kontribusi kita dalam pemeliharaan fasilitas Perumdam Tirta Moolango ini tidak lain adalah untuk memastikan pasokan air bersih bagi warga tidak terganggu,” ujarnya.
Sementara itu, PLT Direktur Perumdam Tirta Moolango, Kaharudin Rahim mengatakan bahwa sudah dua tahun tidak dilakukan pengangkatan sedimen.
“Bantuan Pani Gold Project sangat membantu apalagi ada 1 titik pipa yang harus diperbaiki juga dan membutuhkan alat berat. Kegiatan perbaikan yang dibantu oleh Pani Gold Project di 2 titik selesai hari ini juga,” ungkap Kaharudin.
Sebelumnya, PDAM Tirta Moolango telah melakukan survei bersama tim Pani Gold Project di sumber air yang ditampung untuk disalurkan ke rumah warga. Pengangkatan sedimen lumpur sungai air terang termasuk perbaikan pipa air di lokasi Alamotu dilakukan oleh Pani Gold Project atas permintaan dari PDAM Tirta Moolango.
Pengangkatan sedimen lumpur terakhir dilakukan pada tahun 2022 mengakibatkan pendangkalan kolam penampungan sepanjang 12 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman 3 meter.
Tak hanya itu, bak penampung juga penuh dengan material pasir maupun batu. Semua sedimen itu diangkat menggunakan alat berat Excavator PC 200 selama 2 jam pengerjaan. Lokasi yang cukup jauh menjadikan pengerjaan cukup lama karena alat harus bergerak dengan hati hati.
Selanjutnya alat berat bergerak menuju daerah Alamotu karena pipa dengan ukuran 250 mm yang ditempatkan di sekitar aliran sungai mengalami kerusakan. Proses perbaikan ini membutuhkan alat berat mengangkat pipa untuk ditambal dan ditempatkan di area kering.
Dalam proses pemeliharaan ini, dua kegiatan dapat diselesaikan dalam satu hari. Tim Pani Gold Project sangat handal dalam membantu proses pengangkatan lumpur serta perbaikan pipa sehingga kegiatan ini bisa diselesaikan dalam sehari.
Reporter: Hendrik Gani











