Dulohupaid – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo ciptakan aplikasi GiziGo sebagai upaya membantu masyarakat terutama dalam pencegahan dan penurunan prevalensi stunting pada balita.
Aplikasi GiziGo dirancang untuk mengatasi masalah stunting dengan memberikan edukasi dan penilaian awal (early warning) terkait kondisi gizi anak balita.
Aplikasi itu dikembangkan sesuai dengan tema yang diusung oleh KKN Kolaboratif UNG tahun ini, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Aplikasi Status Gizi Balita untuk Pencegahan dan Penurunan Prevalensi Stunting”.
GiziGo memungkinkan pengguna untuk memasukkan data antropometri balita seperti berat badan, tinggi badan, dan umur. Data tersebut kemudian diolah untuk memberikan penilaian status gizi balita berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dengan penilaian yang cepat dan tepat, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan segera melakukan tindakan pencegahan dini terhadap risiko stunting.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNG, Nikmasari Pakaya S.Kom. M.T, menekankan bahwa, program ini merupakan salah satu implementasi dari tema inti KKN Kolaboratif UNG dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Tema yang diusung adalah penanganan stunting di Kelurahan Lekobalo. Aplikasi ‘GiziGo’ ini dirancang untuk membantu para kader kesehatan dalam mengedukasi masyarakat dan sebagai alat bantu bagi orang tua untuk memantau kondisi gizi anak mereka. Dengan adanya fitur early warning, aplikasi ini dapat memberikan informasi awal apakah seorang anak balita memiliki risiko stunting atau dalam kondisi sehat,” jelas Nikmasari.
Lebih lanjut, Nikmasari berharap aplikasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di Kelurahan Lekobalo dan sekitarnya.
“Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi solusi yang efektif dalam penanganan stunting, tidak hanya di Kelurahan Lekobalo, tetapi juga di wilayah lain yang membutuhkan,” tambahnya.
Program ini dapat sambutan positif dari masyarakat Lekobalo, khususnya para kader posyandu dan pihak Puskesmas Piloloda’a.
Liawaty Usman Sidiki, S.Gz, seorang ahli gizi Puskesmas Piloloda’a, memberikan apresiasi terhadap aplikasi ini.
“Aplikasi yang telah dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Negeri Gorontalo sangat membantu untuk pengembangan penanganan stunting di Kelurahan Lekobalo. Insya Allah aplikasi ini bisa kita pergunakan bersama setelah anak-anak KKN UNG melaksanakan praktek di lekobalo” ujar Liawaty.
Program KKN Kolaboratif ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek tetapi juga solusi berkelanjutan untuk masalah kesehatan di daerah.
Dengan aplikasi GiziGo, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka, sekaligus membantu pemerintah dalam mencapai target penurunan stunting secara nasional.
Reporter - Maya Aridi












