Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMPROV GORONTALOPENDIDIKAN

Penghapusan Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA, Bagaimana di Gorontalo?

×

Penghapusan Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA, Bagaimana di Gorontalo?

Sebarkan artikel ini
Penghapusan IPA IPS
Situasi pembelajaran di tingkatan SMA. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Kini tiada lagi kelas IPA, IPS ataupun Bahasa di tingkatan bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Penghapusan jurusan di SMA bukan hal baru, pasalnya kebijakan tentang di tiadakannya jurusan tersebut sebelumnya telah di lakukan sejak 2021 silam atau Kurikulum Merdeka yang berlaku pada tahun itu.

Dengan Kurikulum Merdeka ini, semua siswa SMA di kelas X mendapatkan mata pelajaran IPA dan IPS yang dilakukan dengan terpadu, kemudian di kelas XI dan XII ada mata pelajaran umum dan 7 mata pelajaran pilihan.

Frasa di hapuskannya jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA tak sedikit mengartikannya bahwa pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), dan bahasa pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) telah tiada.

Hal tersebut kemudian coba diluruskan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo melalui Kepala Bidang SMA dan Diksus, Since Ladji bahwa pandangan tersebut cukup keliru.

“Nah di Kurikulum Merdeka ini tidak lagi mengenal penjurusan baik IPA IPS maupun Bahasa. Yang ada adalah pemilihan mata pelajaran oleh peserta didik,” ujar Since kepada Dulohupa pada Senin (22/07/2024) di kantornya.

Since menuturkan bahwa hal tersebut di lakukannya pemerintah untuk memberikan keleluasaan kepada peserta didik dalam memilih jurusan yang dia minati.

“Sesungguhnya tidak ada yang berbeda, hanya isilahnya yang berbeda tetapi ini semata-mata memberikan peluang kepada peserta didik pada fase F (kelas 11 SMA) ini dia sudah mengerucut apa pilihannya,” ucapnya.

IPA IPS
Since Ladji, Kabid SMA dan Diksus di Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo. Foto/Dulohupa

Penghapusan jurusan di tingkatan SMA telah dilakukan sejak 2021. Since menjelaskan bahwa di Gorontalo sebelumnya pada tahun 2021 telah menjalankan program sekolah pengerak yang dimana juga harus menjalankan kurikulum merdeka.

“Di tahun 2021 itu sudah ada sekolah pengerak. Kami (Gorontalo) angkatan 1 itu ada tiga sekolah, yakni SMAN 2 Gorontalo, SMAN 3 Gorontalo dan SMAN Muhamadiyyah Gorontalo, tiga sekolah yang wajib melaksanakan kurikulum merdeka dan sudah di situlah adanya mata pelajaran peminatan tidak lagi dalam jurusan IPA IPS,” beber Since.

“Pada tahun 2022, kami ada tambahan 4 lagi sekolah pengerak. Kemudian tahun 2023, ada 6 sekolah pengerak. Di tahun 2024 seluruh satuan pendidikan melaksanakan kurikulum merdeka,” sambungnya lagi.

Menurut Since, bahwa kurikulum merdeka pada dasarnya bertujuan untuk menjadikan peserta didik itu memiliki karakter yang berprofil pelajar pancasila.

“Anak-anak punya karakter yang baik, punya minat bakat sesuai kompetensinya, punya keterampilan hidup dan bisa bersosialisasi di masyarakat kapanpun dan dimanapun dengan menguasai digital, nah Insya Allah anak-anak kita kedepan tidak terpengaruh dengan zaman melainkan mereka bisa mempengaruhi zaman ini,” tutupnya.

Reporter: Yayan