Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
DAERAHGORONTALOHEADLINEPERISTIWA

Besok Pencarian Korban Longsor Tambang Ditutup, Warga Kecewa

×

Besok Pencarian Korban Longsor Tambang Ditutup, Warga Kecewa

Sebarkan artikel ini
Pencarian Korban Longsor
Salah satu keluarga korban longsor yang belum di temukan, Ihwan Husain saat diwawancarai awak media. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Pencarian terhadap korban longsor di tambang Motomboto, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo bakal ditutup Sabtu (13/07/2024) besok.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto mengatakan bahwa operasi SAR akan dilaksanakan hingga esok terhitung 7 hari sesuai SOP Basarnas. Rencananya, tim SAR yang berada di lokasi longsor akan turun ke posko besok, setelah itu akan ditutup.

Dirinya menjelaskan bahwa waktu pencarian korban tidak diperpanjang setelah Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bersama unsur Forkopimda melaksanakan rapat dan hasilnya tak ada tanggap darurat.

Atas keputusan tersebut, memicu kekecewaan keluarga korban yang belum ditemukan. Salah satu keluarga korban yang belum ditemukan, Ihwan Husain mengutarakan rasa kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah yang tidak melanjutkan proses pencarian korban longsor.

“Kami merasa tidak senang, keberatan. Alasan kami, pemberhentian (pencarian korban) itu belum wajar untuk di hentikan. Alasan apa pemerintah menghentikan pencarian?,” ujar Ihwan kepada media, Jumat (12/07/2024).

Menurutnya, saat ini kondisi alam mulai membaik sehingga memungkinkan proses pencarian terhadap korban longsor yang hilang untuk terus dilakukan.

Selain itu, sarana pra-sarana yang mendukung untuk melakukan pencarian yang dimiliki tim Sar Gabungan menjadi salah satu alasan Ihwan bahwa proses pencarian harusnya terus dilakukan.

“Kalau kita bicara tentang kemanusiaan itu tidak bisa pilih dia (korban hilang) dari mana asalnya. Tapi namanya masih manusia, kita merasa prihatin terhadap saudara-saudara kita. Dan itu, tingkatan prikemanusiaan kita sangat tinggi untuk mencari mereka karena alasan apapun yang kita (pemerintah) sampaikan itu tidak masuk akal. Karena yang tertimbun ini manusia bukan siapa,” beber Ihwan.

Ihwan sangat berharap agar proses pencarian terhadap korban longsor yang belum di temukan untuk terus dilanjukan.

“Kami juga sudah wanti-wanti. Kalau pemerintah tidak siap lagi (lakukan pencarian), kami akan melihat kondisi alam (membaik) kami akan melakukan pencarian secara mandiri. Akan membentuk kelompok-kelompok, akan memanggil keluarga-keluarganya untuk mencari bersama-sama sampai menemukan koraban,” tegasnya.

Sanak saudaranya yang belum ditemukan bernama Amran Lakoro (24), asal desa Pangi, Kecamatan Suwawa Timur.

Data sementara hingga Jumat sore, jumlah korban longsor sebanyak 325 orang diantaranya 26 orang meninggal, 280 selamat dan 19 orang dalam proses pencarian.

Reporter: Yayan