Dulohupa.id – Yayasan Al-Azhar Winarni Rahmat Ririn Al-Azhar 43 Gorontalo yang Terletak di Jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, hingga saat ini dinilai orang tua siswa masih bermasalah.
Sebelumnya belasan guru di yayasan tersebut resign serentak, tapi kini banyak murid di Yayasan KB-TK-SD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo diduga pindah sekolah.
Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya membeberkan bahwa ada beberapa alasan sehingga memutuskan untuk memindahkan anaknya yang sebelumnya bersekolah di Yayasan Al-Azhar Gorontalo ke sekolah lain.
“Awalnya tidak semua dari kami mau pindah, karena kami berpikir mungkin ada perubahan yang signifikan. Tapi makin kesini menurut saya makin kayak ngak karu-karuan,” ujarnya kepada Dulohupa.
Dirinya menyampaikan, alasan seperti halnya Satpam (Security) sudah tidak ada, mulai kurang kegiatan ekstarkulikuler serta seringnya jam kosong, serta beberapa kali terjadi pergantian kepala sekolah tanpa diketahui orang tua/wali siswa yang menjadi alasan pemindahan.
Selain itu, orang tua siswa mengungkapkan bahwa beberapa pengajarnya sudah tidak sesuai dengan spesifikasi pendidikannya. Contonya guru bahasa ingris disuruh jadi guru bimbingan konseling (BK), bahkan dirinya menyampaikan bahwa ada juga mahasiswa yang mengajar di sekolah tersebut.
“Sering jam kosong. Terus misalnya anak TK, tapi malah dikasih dari guru MIPA, kan tidak nyambung,” ucapnya.
“Yaa sudahlah kami memutuskan sekolah ini sudah tidak sehat,” imbuhnya lagi.
Sementara itu, pihak Yayasan Al-Azhar Gorontalo saat dikonfirmasi mengenai adanya informasi tersebut membantahnya bahwa ungkapan dari orang tua siswa tersebut tidak sepenuhnya benar.
“Setahu kami, disekolah ini baik-baik aja. Itu tidak benar, karena setiap minggu itu ada evaluasi untuk guru-guru,” kata Yurni, Administrasi Yayasan KB-TK-SD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo kepada Dulohupa, Rabu (26/06/2024).
Menurutnya, kepindahan murid-murid tersebut dikarenakan orang tuanya akan pindah bertugas.
“Kalau soal anak yang pindah itu, yang saya tau informasi ke yayasan karena anak-anak yang orang tuanya pindah tugas. Untuk anak-anak yang pindah ke sekolah lain itu alasannya belum sampe informasi ke saya,” ujar Yurni kepada Dulohupa.
“Soal keamanan (Security) di sekolah ini baik-baik saja. Terus kalau untuk keamanan sekolah ini tetap diawasi oleh keamanan untuk anak-anak yang keluar,” lanjutnya lagi.
Menurut Yurni, sebelumnya ke 3 orang pengamanan sekolah telah resign, tapi pihak Yayasan telah merekrut keamanan yang baru.
Sementara untuk guru yang dianggap tak sesuai dengan spesifikasi pendidikannya, kata Yurni bahwa itu adalah hal tidak mungkin.
“Tidak mungkin disini merekrut guru yang tidak sesuai (spesifikasi), karena disini juga diawasi kepala dinas. Jadi kepala dinas yang mengarahkan,” bebernya.
Sedangkan perihal informasi terkait beberapa kali pergantian kepala sekolah dikarenakan sudah sesuai pengaturan.
“Tidak seperti itu. Waktu kepala sekolah (yang lalu) ada persoalan internal jadi sudah keluar, diganti sama dari Dinas Pendidikan. Pak Rahmat keluar otomatis kepala sekolah sudah tidak ada, harusnya diambil dari guru senior, diambil koordinator kurikulum yang sudah 12 tahun di Al-Azhar. Itu yang jadi kepala sekolah sementara (Plh), menganti sementara direktur kepala sekolah yang baru yang sekarang,” jelas Yurni.
Setelah mengantikan Plh kepala sekolah, kini kepala sekolah yang baru sedang menjabat. Jadi menurutnya, informasi bahwa sering adanya pergantian kepala sekolah itu tidak ada, serta pergantiannya pun punya alasan.
“(tidak benar informasi yang beredar). Lagian itu persoalan internal, tapi tidak seperti itu,” imbuhnya.
Bahkan dirinya menambahkan bahwa animo masyarakat yang akan mendaftarkan anaknya ke sekolah tetap banyak. Sementasa untuk kegiatan-kegiatan yang ada disekolah menurutnya tetap ada, namun karena masih dalam kondisi ujian sekolah maka beberapa kegiatan ditangguhkan dan akan dilakukan setelah ujian berlangsung.
Catatan: Mohon maaf,, Tulisan ini telah direvisi karena ada kekeliruan dari redaksi soal klarifikasi pihak Yayasan Al-Azhar.
Reporter: Yayan












