Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPEMKAB POHUWATOPOHUWATO

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diduga Sebabkan Banjir di Taluditi

×

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diduga Sebabkan Banjir di Taluditi

Sebarkan artikel ini
Taluditi Banjir
Kondisi banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.foto/ist

Dulohupa.id -Aktivitas tambang emas ilegal diduga sebabkan sungai Taluditi, Kabupaten Pohuwato dangkal hingga terjadinya banjir.

Sungai Taluditi dangkal karena ada partikel pasir dan lumpur yang semakin tinggi yang ditimbulkan oleh Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Banjir bandang itu menerjang 4 desa di Kecamatan Taluditi. Yaitu, Desa Makarti Jaya, Desa Puncak Jaya, Desa Kali Mas, dan Desa Tirto Asri. pada Senin (22/4/2024). Akibatnya, warga keempat desa tersebut terpaksa dievakuasi.

Pemerintah Kabupaten Pohuwato, melalui Camat Taluditi, Isa Ali menjelaskan, banjir yang terjadi disebabkan oleh luapan sungai Taluditi yang tidak mampu menahan debit air akibat curah hujan.

“Hujan kemarin memang deras, lama. Jadi air sungai meluap ke pemukiman, Alhamdulillah semalam sudah surut,” ungkap Isa Ali, Selasa (23/4/2024).

Ia pun tidak menafikan jika, penyebab lain terjadinya banjir diakibatkan adanya aktivitas Peti (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di Kawasan hutan Taluditi. Dan partikel pasir dan lumpur yang dibuang ke sungai mengakibatkan banjir bandang sering terjadi di kecamatan tersebut.

“Wallahualam, tapi kalau yang saya dapat informasi itu memang ada aktivitas tambang (Peti) di atas, sudah rusak. Kita sudah koordinasi dengan Polsek Taluditi, merek janji akan tindaklanjuti,” ungkap Isa Ali.

Hingga kini, pihaknya masih tengah melakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak, serta kerugian yang diakibatkan oleh banjir bandang.

“Kami masih sementara update datanya. Sudah ada, tapi belum menyeluruh. Akan kita informasikan jika sudah ada data valid,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data sebelumnya yang diterima dari Tagana Pohuwato, sebanyak 153 rumah terendam banjir. Sedangkan jumlah kepala keluarga terdampak banjir sebanyak 156 KK, 545 jiwa, dan 19 balita.

Reporter: Hendrik Gani