Pembelajaran seni dalam pendidikan biasanya mengajarkan tiga cabang seni, yaitu seni tari, seni musik, dan seni rupa. Tari adalah salah satu cabang jenis seni yang media utamanya adalah menggunakan gerak tubuh. Tari dapat dilakukan secara individual maupun secara berkelompok dengan diiringi oleh musik.
Seni tari menjadi salah satu cabang seni yang sering dipelajari oleh kalangan peserta didik sekolah dasar, sekolah menengah, dan bahkan pada jenjang perguruan tinggi. Tidaklah mungkin bagi para peserta didik dalam masa pembelajarannya di sekolah dasar dan menengah belum pernah melakukan praktek seni tari atau menari.
Praktek seni tari dalam pembelajaran dianggap merupakan suatu hal yang lumrah untuk dilakukan. Oleh sebab itu, banyak guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk melakukan praktek menari dalam mata pelajaran pendidikan seni budaya dan keterampilan.
Praktek menari dalam pembelajaran pendidikan seni budaya ini, biasanya ditugaskan dalam bentuk praktek menari secara berkelompok yang diharapkan dalam penugasan praktek secara berkelompok ini peserta didik dapat merasa dimudahkan atau meringankan dalam melakukan persiapan praktek menari.
Sayangnya, persiapan yang dilakukan agar dapat mementaskan suatu tarian itu tidaklah mudah. Dalam persiapan suatu penampilan tari terdapat banyak hal yang perlu diperhatikan. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam persiapan melakukan pentas seni tari adalah pertama, peserta didik harus melakukan pemilihan konsep tari yang akan dipentaskan. Kedua, peserta didik harus mulai melakukan penyusunan gerakan dan pola lantai. Ketiga, peserta didik harus menentukan konsep music pengiring tari dan juga menentukan tata rias, tata busana, serta property yang akan digunakan dalam pentas seni tari tersebut.
Persiapan penampilan praktek menari ini membutuhkan waktu yang lama, biasanya guru memberikan waktu sebulan atau tiga bulan kepada peserta didik untuk menyelesaikan praktek menari.
Berdasarkan aspek-aspek persiapan praktek menari diatas, peserta didik merasa penugasan praktek menari ini merupakan praktek seni yang sulit, karena dalam persiapan praktek menari terdapat beberapa kendala ataupun hambatan yang dapat ditemui oleh peserta didik.
Salah satu kendala yang sering sekali didapatkan oleh peserta didik adalah ketika anggota kelompok praktek menari mereka ada yang tidak kompeten atau sama sekali tidak mau berpartisipasi dalam persiapan praktek menari tersebut, Dimana hal tersebut dapat memberatkan anggota kelompok yang lain. Selain itu, terdapat juga hambatan lain, berupa saat melakukan latihan menari ada anggota kelompok yang sering terlambat dari waktu yang dijanjikan. Sehingga menunda dimulainya latihan menari kelompok tersebut. Padahal dalam penugasan praktek menari ini, peserta didik diharapkan dapat membangun hubungan kerja sama antar peserta didik.
Penugasan praktek menari dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan seni budaya dan keterampilan ini tentunya dilakukan juga di Provinsi Gorontalo. Dimana biasanya, tarian yang sering menjadi praktek menari di sekolah dasar, sekolah menengah, maupun perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo adalah dua jenis tarian, yaitu tari Saronde dan tari Dana-dana.
Kedua jenis tarian daerah Gorontalo ini, dilakukan secara berpasangan antara penari perempuan dan penari laki-laki. Sehingga dalam praktek menarinya guru membentuk kelompok yang anggota laki-laki dan perempuannya seimbang. Tetapi dalam tarian Dana-dana bisa ditarikan tidak secara berpasangan.
Adanya praktek menari tarian daerah dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan seni budaya dan keterampilan di lembaga pendidikan Provinsi Gorontalo, dinilai dapat memberikan dampak positif dalam pendidikan di Provinsi Gorontalo. Hal ini dikarenakan dalam praktek menari peserta didik dapat mengetahui berbagai tarian yang ada di daerahnya khususnya di Gorontalo sendiri.
Tentunya saat penentuan tarian dan konsep dari tari sebagai aspek pertama dalam persiapan praktek menari, peserta didik akan mencari informasi mengenai jenis-jenis tarian yang ada di Gorontalo. Pada tahap pertama itu, siswa akan mendapatkan pengetahuan lebih dan akan mengenai lebih jauh mengenai tarian daerah Gorontalo.
Dengan pencapaian itu saja sudah merupakan sesuatu yang berharga bagi kemajuan pendidikan di Gorontalo karena kebudayaan dari Gorontalo sendiri mulai terlupakan atau mulai ditinggalkan oleh para anak muda. Penugasan praktek menari yang diberikan guru kepada peserta didik Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah dapat memberikan stimulus kepada anak muda yang termasuknya, yaitu para peserta didik Sekolah Menengah.
Sehingga praktek menari dalam pembelajaran khususnya di Provinsi Gorontalo tetap perlu dilakukan untuk membuat peserta didik Provinsi Gorontalo mengenal, mengetahui, dan memahami tarian daerah Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu, praktek menari dalam pembelajaran menjadi salah satu cara pelestarian tarian daerah di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Nurain Afiat Ramandhian Hamzah
Dosen PGSD FIPP Universitas Negeri Semarang, Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd











