Dulohupa.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengusulkan anggaran senilai Rp40 Miliar untuk membangun kantor Bupati Pohuwato pasca dibakar massa penambang pada Kamis 21 September lalu.
Kebakaran kantor Bupati Pohuwato membuat konstruksi beton mengalami pembengkakan baik pada beton maupun rangka bangunan tersebut, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan rehabilitasi.
Konstruksi bangunan jika dilakukan renovasi dikhawatirkan tidak akan bertahan lama, terlebih untuk kepentingan pelayanan publik.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato, Risdiyanto Mokodompit, Jum’at (29/9/2023).
“Harus dibangun baru, karena konstruksinya sudah terjadi pembengkakan pada beton, karena panas kan, jadi sudah retak,” ungkap Risdiyanto.

Dirinya mengatakan, dibandingkan membangun bangunan baru, proses rehabilitasi justru akan memakan anggaran yang lebih banyak, sebab masih harus dilakukan pengupasan beton dan lain-lain.
“Pekerjaannya akan lebih sulit, anggaran yang digunakan akan lebih besar dan keamanannya lagi tidak bisa kita jamin,” ujarnya.
“Terus lagi instalasi-instalasi elektrikalnya itu semuanya ada di dalam beton, jangan sampai itu akan jadi pemicu lagi. Kan kita harus bongkar semua beton dindingnya,” lanjutnya.
Sehingga, kata Risdiyanto pihaknya akan melakukan pembangunan baru dengan desain yang lebih modern dan konstruksi bangunan yang bisa dipertanggung jawabkan.
“Sehingga kita akan bangun dengan desain yang lebih modern, dengan konstruksi yang bisa kita pertanggung jawabkan untuk 30 sampai 40 tahun mendatang, juga kita sudah kombinasikan jaringan IT-nya dengan bangunan,” jelas Risdiyanto.
Untuk pembangunan baru, Risdiyanto mengatakan, pihaknya akan mengusulkan anggaran sebesar 35 hingga 40 Miliar Rupiah. Hal tersebut tentu berbeda signifikan dengan anggaran pembangunan pada tahun 2004 yakni sebesar 13 Miliar.
“Karena harga bahan sekarang kelipatan 3 sampai 4 kali, kemungkinan kita akan membutuhkan anggaran sebesar 35 sampai 40 Miliar,” Jelasnya.
Ia juga mengungkapkan aksi unjuk rasa para penambang berujung rusaknya sejumlah fasilitas pemerintahan berupa, Kantor DPRD, rumah dinas bupati, dan terbakarnya kantor Bupati Pohuwato, total kerugian ditaksir mencapai Rp.50 Miliar.
Untuk kantor Bupati Pohuwato sendiri total kerugian ditaksir Rp 34.958.121.210, rumah dinas Bupati Rp 8.496.764.466 dan gedung DPRD Pohuwato Rp 6.570.980.000.
“Jika ditotalkan mencapai Rp 50,25 Miliar,” ungkap Kadis Rusdiyanto
Reporter: Hendrik Gani











