Dulohupa.id – Direktorat Polairud Polda Gorontalo menangkap pelaku tindak pidana penyalahgunaan BBM jenis Pertalite di SPBU Kompak Bilungala, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango.
Direktur Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol Saiful Alam mengungkapkan bahwa penyalahgunaan BBM di SPBU Kompak Bilungala dilakukan oleh seorang pembeli berinisial IS (37) dan merupakan warga asal Bolaang Mongondow Selatan.
“Jadi ada seseorang berinisial IS yang merupakan pembeli BBM dengan menggunakan Barcode yang seharusnya untuk kendaraan. Tapi IS menggunakannya dengan membeli BBM menggunakan Galon atau Jergen. Sebenarnya ini rangkaian dari laporan polisi beberapa waktu lalu, dimana kita melakukan pengamanan terhadap orang yang diduga memalsukan barcode,” Ungkap Dir Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol Saiful Alam, Kamis (07/09/2023).
Berbekal informasi dan laporan yang diperoleh terkait pemalsuan tersebut, pihal Polairud Polda Gorontalo lantas melakukan pemeriksaan di SPBU Kompak Bilungala. Pada saat itu, pihak kepolisian mendapati seorang pembeli yaitu IS dan langsung dilakukan penangkapan.
Dari hasil pemeriksaan, pihak Polairud Polda Gorontalo berhasil mengamankan sebanyak 18 Galon/jergen atau sebanyak 430 Liter BBM BBM jenis Pertalite. Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan 2 buah barcode dan 1 barcode copyan yang digunakan pelaku untuk mendapatkan BBM.

Akibat perbuatannya, pelaku IS dijerat dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas dan Undang-Undang nomor 6 tahun 2023 tentang hak cipta dengan hukuman 6 tahun penjara.
“Apabila kegiatan ini tetap dilakukan, maka akan mengakibatkan kerugian khususnya bagi para nelayan setempat. Pihak SPBU juga akan mendapatkan sanksi dari pertamina seperti mengurangi jatah Pertalite bahkan akan dilakukan penghentian,” Jelas Kombes Pol Saiful Alam.
Pelaku menjual BBM yang didapatkan ke wilayah Bolaang Mongondow Selatan dengan harga diatas 10.000 rupiah. Sehingga adanya space harga membuat pelaku tindak pidana menggunakan kesempatan untuk menyalahgunakan BBM. Pelaku diketahui telah melakukan aksinya sebanyak 4 kali.
Reporter: Kris












