Dulohupa.id – Polres Pohuwato tengah menyelidiki tambang emas ilegal yang longsor di area Gunung Ilota Tengah, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, pada Kamis (13/4/2023) Kemarin. Kejadian itu mengakibatkan 4 penambang tertimbun longsor yang 2 diantaranya tertimbun longsor.
Kapolres Pohuwato, AKBP Joko Sulistiono melalui Kasat Reskrim Iptu Arie A Yos, menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pendalaman dengan melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap para pihak terkait. Baik saksi mata, pemilik lahan maupun pengelola lokasi tambang tersebut.
“Untuk saat ini kami masih melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Pemilik lahan sama pengelola kita sudah buatkan undangan untuk dimintai keterangan,” jelas Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Iptu Arie A Yos, Sabtu (15/4/2023).
Disisi lain, Iptu Arie A. Yos yang juga merupakan Alumnus Yunnan Police College China itu mengungkapkan, atas kejadian naas tersebut, dua warga yang meninggal dunia sudah dibawa keluarga untuk dikebumikan. Sementara dua orang lainnya yang mengalami luka-luka tengah dirawat di rumah sakit setempat.
“Dua korban meninggal telah dikebumikan, dan dua diantaranya saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit Bumi Panua Pohuwato,” tandasnya.
Sebelumnya 4 korban tertimbun longsor bernama Arifin (40), Kadir (30), Anti (42) dan Ronal (32). Semuanya merupakan warga Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.
Tim SAR Gabungan dengan dibantu penambang lainnya melakukan pencarian dengan menggali material longsor. Anti dan Ronal ditemukan meninggal di lokasi tambang. Sedangkan Arifin dan Kadir ditemukan selamat dengan kondisi luka-luka.
Reporter: Hendrik Gani











