Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Pelayanan Tak Maksimal, Perumda Tirta Limutu Ungkap 9 Penyebab Gangguan Distribusi Air ke Pelanggan

×

Pelayanan Tak Maksimal, Perumda Tirta Limutu Ungkap 9 Penyebab Gangguan Distribusi Air ke Pelanggan

Sebarkan artikel ini
Air Perumda Tirta Limutu
Petugas Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) saat memperbaiki pipa air yang rusak. (DOk: Perumda Tirta Limutu)

Dulohupa.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo mengungkap 9 penyebab gangguan distribusi air ke pelanggan.

Kabag Hubungan Langganan Perumda Tirta Limutu, Manto Rahmola menjelaskan, pelayanan air bersih di wilayah Kabupaten Gorontalo, terus bergerak di dalam memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Namun, pada kenyataannya belum semua masyarakat Kabupaten Gorontalo dapat dilayani dan belum maksimalnya pelayanan kepada masyarakat yang telah menjadi pelanggan Perumda.

“Disebabkan, masih adanya beberapa kendala baik secara teknis maupun kendala non teknis yang terus mewarnai perjalanan perusahaan selama ini,” ucap Manto

Olehnya, dengan mengandalkan sumber daya yang ada, Tirta Limutu terus berbenah, agar masyarakat dapat terlayani air bersih.

Pertanyaannya, apa yang menyebabkan ganguan distribusi air ke pelanggan? Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab/kendala air sering mati atau tergangu, mulai dari hulu/sumber air baku hingga ke hilir sampai ke rumah pelanggan.

1. Gangguan Cuaca

Hujan dan kemarau adalah dua musim yang tak pernah dinanti kehadirannya. Dikala diantara dua musim ini tiba, bukan sekedar menambah aktifitas, justru merepotkan proses produksi air Perumdam Tirta Limutu. Pasalnya, saat musim kemarau panjang, debit air pada sumber mata air bisa menurun drastis yang mengakibatkan penyuplaian air kerumah pelanggan menjadi terganggu dalam hal ini tekanan air lemah.

Demikan juga saat musim hujan berkepanjangan, yaitu turut membawa berkah bagi alam semesta. Namun, ditengah keberkahan, menjadikan sumber air baku meluap karena banjir dan menjadi sangat keruh/berlumpur sehingga tidak dapat diolah. Akibatnya Pengolahan Air di hentikan dan pendistribusian air terganggu sampai air bisa diolah kembali.

Banjir pula mengakibatkan pintu intake sering tertutup dengan sedimen, terkadang membuat pipa transmisi patah/putus di jalur-jalur tertentu maupun pada pelintasan pipa. Seperti yang terjadi di unit pelayanan Isimu, Unit pelayanan Tabongo, jalur pelayanan Bulota.

Hal ini, perlu adanya penanganan yang lebih seirus melalui perencanaan jangka panjang yang terintegrasi secara sistematis dengan instansi terkait.

2. Pemadaman Aliran Listrik

Energi listrik menjadi elemen utama dalam proses produksi air. Bila listrik dari PLN padam, suplai air kepada pelanggan akan ikut terganggu bahkan mati, apalagi bila listrik tersebut mati di wilayah instalasi pengolahan air atau sumber air, secara totalitas produksi air terhenti.

3. Pemiliharaan Instalasi

Secara berkala petugas Perumda Air Minum Tirta Limutu, biasanya memelihara instalasi jaringan maupun pengolahan, seperti pembersihan pipa (wash out), pembersihan/pengurasan bak reservoir/ Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) agar kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan tetap berkualitas.

Dampak dari pekerjaan tersebut yaitu menurunnya tekanan air kerumah pelanggan dan bahkan bisa mati total terlebih untuk daerah ketinggian dan rumahnya jauh dari sumber pengolahan air.

4. Kendala Pompa

Sebagian wilayah layanan masih mengandalkan mesin pompa pendorong untuk dapat mengalirkan air kepada pelanggan. Terkadang pompa mengalami kendala kerusakan, mengakibatkan pelayanan air terhenti. Seperti yang sering dialami oleh perusahaan selama ini.

Solusinya adalah, jika kondisi pompa usianya sudah cukup tua dan tidak bisa di gunakan lagi, maka tiba waktunya pompa tersebut di ganti dengan yang baru. Namun, jikalau kondisi pompa masih bagus, maka yang perlu dilakukan yaitu, pengawasan terhadap semua tanda-tanda kerusakan pompa air. Seperti halnya dengan mengontrol, mulai dari suara pompa tersebut masih normal atau tidak, Mengecek debit air yang dihasilkan dan kondisi fisik pompa yang perlu untuk dibersihkan.

Selain itu, tindakan yang sifatnya menjaga keamanan fisik dari pompa tersebut. Mulai dari menjaga kebersihan, perlindungan dari lingkungan sekitar dan cuaca. Bahkan mengecek instalasi pipa dan listrik yang terpasang dengan benar.

Tidak hanya itu, pompa juga memerlukan perhatian dengan melakukan pemeriksaan rutin. Seperti halnya memastikan pada body mesin terjaga dari kotoran atau karat dan posisi kipas pendinginnya tetap memperoleh sirkulasi udara yang baik.

5. Kebocoran Pipa

Gangguan suplai air bisa terjadi dikarenakan kebocoran pipa air. Kebocoran pipa bisa saja terjadi disebabkan pipa keropos (sudah tua), pecah karena tekanan air tinggi, terjepit akar pohon, pipa tersumbat, dan masih banyak penyebab lainnya.

Pada saat perbaikan pipa air bocor, suplai air ke pelanggan untuk sementara waktu di hentikan, agar perbaikan kebocoran dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
Butuh waktu berjam – jam untuk memperbaiki pipa bocor, hingga dapat berfungsi seperti sediakala.

Tidak seperti listrik (PLN), listrik bila perbaikan gangguan sudah selesai lampu akan langsung menyala seketika. Namun air perlu waktu beberapa saat agar suplainya dapat normal kembali, terlebih untuk pelanggan yang di ujung pipa atau daerah nya jauh dari sumber pengolahan air, atau pelanggan yang berada di daerah ketinggian, butuh waktu untuk mengisi pipa-pipa kosong yang terisi angin terlebih dahulu, mengakibatkan air terjebak oleh angin, sehingga butuh waktu untuk mengeluarkan angin melalui katup pembuang udara sampai air memadati pipa dan memiliki tekanan normal hingga mengalir ke pelanggan.

6. Jam Puncak Pemakaian

Biasanya pada pagi hari dari jam 6 sampai dengan jam 8 saat memulai aktifitas, aliran air yang biasanya mengalir deras tiba – tiba mengecil, bahkan terkadang mati total selama beberapa waktu. Begitupula saat menjelang sore hari, maupun pada beban harian maksimum yaitu hari Minggu.

Penyebabnya, karena terlalu banyak pelanggan yang menggunakan air pada waktu yang bersamaan. Sehingga, aliran air terbagi dan tidak mengalir semaksimal diluar jam-jam puncak.

7. Adanya Pekerjaan Proyek

Pekerjaan infrastruktur jalan/pelebaran jalan membuat jaringan pipa Perumda Tirta Limutu ikut tergangu. Terkadang saat pekerjaan, pipa distribusi sering patah atau bocor, hingga mengakibatkan terhentinya suplai air kepada pelanggan. Solusi agar terhindar dari kekurangan air saat pekerjaan proyek, yaitu menampung air pada saat masih mengalir.

8. Gangguan di Rumah Pelanggan

Adanya gangguan didekat pipa dinas pelanggan seperti kran tidak berfungsi optimal, adanya sumbatan/endapan didalam pipa jaringan, adanya kebocoran yang tidak tampak atau belum terdeteksi, adanya gangguan pada instalasi dalam pelanggan.

9. Terbatasnya Dana yang Dimiliki Perumdam

Terbatasnya dana yang dimiliki Perumdam Tirta Limutu, mengakibatkan kegiatan perbaikan dari hulu (sumber air baku) sampai ke hilir (pelanggan) tidak tertangani secara optimal, dalam upaya membanahi segala kekurangan, baik pemeliharaan instalasi maupun penggantian insfrastruktur baru yang lebih moderen.

Redaksi