Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB POHUWATO

Yayasan Al Izzah Optimis Bakal Setara dengan Ponpes di Gorontalo

×

Yayasan Al Izzah Optimis Bakal Setara dengan Ponpes di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Yayasan Al Izzah
Penamatan peserta didik kelas lX SMPIT Al Izzah Pohuwato/Hendrik Gani

Dulohupa.id – Yayasan Al Izzah Kabupaten Pohuwato memiliki tiga lembaga yaitu, Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT). Yayasan ini punya tekad kedepan menjadi yayasan yang setara dengan pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Provinsi Gorontalo.

Ketua Yayasan Al Izzah, Kasim Badu menjelaskan memang siswa yang mondok di yayasan itu baru dimulai sejak bulan November tahun 2021 dengan jumlah siswa laki-laki 10 orang. Namun saat ini, kata dia, akan terus bertambah, dan siswa yang masuk di yayasan tersebut bukan hanya di seputaran Kecamatan Marisa saja, namun ada juga yang berasal dari Kecamatan Paguat, Popayato, dan bahkan ada yang berasal Mananggu Kabupaten Boalemo

“Saya punya tekad besar Yayasan Al Izzah ini akan setara dengan yayasan lain yang ada di Provinsi Gorontalo. Delapan bulan lalu kita mulai berlakukan siswa untuk mondok di yayaan ini, awalnya yang mondok itu siswa laki-laki berjumlah 10 orang, kenapa laki-laki yang diutamakan, agar supaya nantinya mereka ini akan menjadi imam di desa mereka masing-masing setelah lulus dari yayasan ini,” ujar Kasim Badu, ditemui usai melakukan penamatan siswa kelas lX SMPIT, Kamis (23/6/2022)

Ia pun menambahkan, saat ini untuk memfasilitasi para siswa untuk mondok, yayasannya baru memilki empat kamar, dan itu akan terus ditambah, seiring dengan bertambahnya para siswa yang akan mengenyam pendidikan di yayasan itu.

“Saat ini baru empat kamar, kita masih akan terus membangun fasilitas pendukung lainnya. Dan ini masih sangat membutuhkan uluran tangan dari para donasi, dan juga pemerintah daerah itu sendiri, semoga apa yang kita impikan bersama akan tercapai,”sambungnya.

Dirinya juga mengaku, para siswa lulusan Al Izzah sendiri setelah lulus dari yayasan tersebut, orang tua dari pada siswa ini masih menyekolahkan anak-anak mereka di pondok pesantren yang ada di Provinsi Gorontalo, sehingga menurutnya, nantinya para orang tua tidak jauh-jauh lagi untuk pergi ke kota Gorontalo.

“Saya punya mimpi besar SMPIT Al Izzah itu menjadi pesantren, yang bisa menerima santri yang lumayan banyak, dan dengan output yang terbaik. Kita ingin memberikan partisipasi ini untuk membangun daerah, apa lagi dengan visi-misi Bupati ingin melahirkan satu desa satu penghapal Qur’an, maka sekolah ini kita siapkan untuk itu,”harapnya.

Reporter: Hendrik Gani