Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMPROV GORONTALO

Sesjen Watannas: DOB Gorontalo Jangan Dimaknai Perpecahan

×

Sesjen Watannas: DOB Gorontalo Jangan Dimaknai Perpecahan

Sebarkan artikel ini
dob gorontalo
Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim plakat kepada Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Watannas) Laksdya TNI Harjo Susmoro usai audiensi dan ramah tamah bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan jajaran Forkopimda terkait kontribusi pembentukan DOB terhadap stabilitas sosial ekonomi daerah dalam perspektif keamanan nasional di Aula Rumah Jabatan Wagub Gorontalo, Kamis (17/3/2021). (F. Humas Pemprov Gorontalo)

Dulohupa.id- Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Watannas) Laksdya TNI Harjo Susmoro meminta pembentukan lima Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Gorontalo tidak dimaknai dengan pecah untuk berpisah. Hal ini ditegaskan Laksdya Harjo saat menghadiri audiensi dan ramah tamah bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan jajaran Forkopimda, Kamis (17/3/2022). Pertemuan ini sendiri membahas pembentukan DOB terhadap stabilitas sosial ekonomi daerah dalam perspektif keamanan nasional.

“Kita sudah punya pengalaman, Indonesia dulunya satu pada jamannya Sriwijaya dan Majapahit kemudian diporak – porandakan oleh VOC, Belanda, dipecah belah sehingga tidak jauh beda dengan sekarang ini dibuat pecah dan akhirnya tidak satu. Nah ini yang paling bahaya. Sehingga bagaimanapun, walau terpecah tetapi tetap satu itu yang harus kita ributkan karena pecah untuk berpisah ini sangat bahaya, kalau pecah untuk bersatu ini untuk saling menguatkan,” tegasnya.

Harjo Susmoro menjelaskan pemekaran daerah merupakan masalah penting yang memerlukan banyak pertimbangan yang harus dikaji. Jangan sampai pemekaran daerah hanya akan menambah kebutuhan pemerintah pusat terlebih saat ini kebutuhan belum mampu tertutupi dengan APBN dan pemasukan devisa yang belum seimbang. Sehingga konsekuensinya setiap tahun hutang terus bertambah.

Tidak hanya itu, pemekaran daerah ini juga harus diperhatikan dampak baik buruknya dan kepentingannya secara komprehensif benar – benar murni untuk kepentingan masyarakat. Jika terjadi kekeliruan, dampak yang akan dirasakan tidak hanya di Gorontalo saja namun juga secara nasional apalagi sampai mempengaruhi keutuhan NKRI.

“Kita jangan sampai salah mengambil keputusan, ada orang yang motivasinya Mungkin mohon maaf ekstrimnya nanti akan memisahkan diri pelan – pelan oleh DOB, hal itu bisa memungkinkan. Keutuhan NKRI tetap harus menjadi syarat utama, itu yang harus kita pahami. Saya menghargai dan apresiasi dengan semangat otonomi daerah untuk kepentingan daerah saya paham mengapa harus ada otonomi baru. Jangan sampai kita salah mengambil keputusan kemudian keliru yang disalahkan Presiden lagi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo. Idris Rahim meminta Sesjen Watannas dapat mengusulkan pada Pemerintah Pusat untuk pembentukan daerah administratif. Hal ini bercermin dari pengalamannya yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah di Kabupaten Boalemo dimana daerah administratif itu dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

“Tentunya ini dalam rangka peningkatan pelayanan pada masyarakat agar dapat dilihat strategi yang sudah dibentuk dan melihat daerah mana yang mampu untuk mandiri,” Ujar Idris

Idris juga berharap berharap kunjungan Sesjen Watannas akan memberikan pertimbangan dan masukan ke pemerintah pusat untuk mempercepat pembentukan daerah otonomi baru di Provinsi Gorontalo.

 

Redaksi