Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19PERISTIWA

Mahasiswa UNG Edukasi Warga tentang Kemandirian Pangan saat Pandemi 

×

Mahasiswa UNG Edukasi Warga tentang Kemandirian Pangan saat Pandemi 

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Tematik UNG Desa Bululi, Kecamatan Asparaga, saat mengedukasi pemerintah desa dan masyarakat, untuk membangun cadangan pangan dari pekarangan menggunakan bahan bekas seperti karung sebagai wadah tanaman. kegitan edukasi tersebut juga dihadiri oleh pemerintah kecamatan setempat. foto/Dokumentasi tim KKN Tematik UNG.

Dulohupa.id– Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melatih warga desa Bululi, Kecamatan Asparaga, membangun cadangan pangan dari pekarangan rumah. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa UNG yang telah berlangsung selama 45 hari berkegiatan di desa.

“Pelatihan membangun cadangan pangan dan pengembangan usaha tani pekarangan rumah tangga melalui tanaman unggulan desa adalah bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN Tematik UNG yang berada di Desa Bululi,” ucap Dina Novayanti, mahasiswa KKN Tematik UNG Desa Bululi.

Menurutnya, kegiatan membangun cadangan pangan dari pekarangan ini berangkat dari masalah yang ada di desa. Yakni, banyaknya pekarangan tidak produktif alias menganggur dan tidak digunakan.

“Kami mahasiswa melihat di Desa Bulili sangat minim pekarangan mereka ditanami tanaman, hal ini dikarenakan lahan di Desa tersebut sebagian besar sudah ditanami tumbuhan tebu. Dan lahan warganya rata-rata sudah menjadi lahan perkebunan tebu,” ungkapnya.

Novi menuturkan, program membangun pangan dari pekarangan juga bagian dari upaya menyiapkan cadangan pangan di desa. Apalagi, dengan situasi pandemi sekarang ini mengharuskan setiap masyarakat punya ketersediaan pangan secara mandiri, dan pekarangan ialah solusi paling sederhana untuk membangun cadangan pangan bagi warga desa tersebut.

“Metode yang kami gunakan dalam program ini adalah memanfaatkan karung bekas untuk dijadikan wadah tanaman, dan dalam karung itu ditanami umbi-umbian seperti Ubi Jalar, Cabai, Bawang, dan tanaman obat keluarga. Harapannya, melalui program pangan dari pekarangan ini membantu masyarakat mendekatkan kebutuhan dapur lebih dekat dengan mereka, dan tak perlu lagi mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli kebutuhan dapur di pasar, sudah tersedia di depan rumah (pekarangan),” imbuhnya.

Kepala Desa Bulili, Lukman Djurika, mengungkapkan, memang ketersediaan lahan pertanian sangat minim di desa karena sudah banyak menjadi kawasan perkebunan tebu.  Banyak juga pekarangan warga tidak difungsikan untuk ditanami tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga itu produksi tanaman unggulan desa juga kurang. 

“Pemanfaatan pekarangan menjadi ladang tanaman ini sudah lama dilakukan oleh warga desa, tapi sudah mulai dilupakan, dan berkat adanya Mahasiswa KKN UNG ini kembali ingatkan dengan program pengembangan Usaha Tani Pekarangan Rumah Tangga melalui Penanaman Tanaman Unggulan Desa,” terang Lukman.

Apalagi program cadangan pangan dari pekarangan ini, lanjut Lukman, sangat cocok dengan situasi yang dihadapi seperti sekarang ini. 

“Pandemi mengajarkan kita untuk mempersiapkan cadangan pangan bagi kita yang berada di desa. Cadangan pangan merupakan bagian dari ketahanan pangan yang harus digalakkan mulai dari sekarang ini,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, kerjasama antara mahasiswa KKN UNG dan Pemdes diharapkan dapat mendorong masyarakat desa sadar akan kebutuhan cadangan pangan mereka, baik yang sudah punya lahan atau yang tidak punya lahan.

“Metode memakai karung sebagai alternatif media tanam ini sebagai peluang bagi mereka yang kekurangan lahan. dan harapannya ke depan warga bisa mencapai kemandirian pangan sesuai tujuan dari program ini dibuat,” tambahnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau