Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19PEMKAB POHUWATO

Sejak Pandemi, Angka Putus Sekolah di Pohuwato Tertinggi Se-Gorontalo

×

Sejak Pandemi, Angka Putus Sekolah di Pohuwato Tertinggi Se-Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak sekolah *Foto diambil sebelum pandemi/FOTO: Ian Morse

Dulohupa.id- Angka putus sekolah di Pohuwato sejak pandemi Covid-19 tertinggi Se-Gorontalo. Meski. Hal itu seperti diungkapkan oleh Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pohuwato, Syaiful Bahri Bunta kepada dulohupa.id belum lama ini. 

“Akibat pandemi ini banyak anak-anak yang putus sekolah,” jelas Syaiful kepada wartawan saat diwawancarai di kantornya belum lama ini, Senin (8/11).

Menurut Syaiful, pandemi juga bukan salah satu penyebab menurunnya semangat siswa untuk sekolah, penyebab lain ialah adanya eksploitasi orang tua kepada anak-anak mereka.

Syafiul tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah persentase angka putus sekolah di kabupaten paling barat di Gorontalo tersebut. Katanya, banyak faktor yang menyebabkan para siswa memilih untuk tidak melanjutkan lagi sekolah di tengah pandemi seperti sekarang ini.

“Banyak penyebab, ada yang pernikahan dini, ada yang di eksploitasi orang tua untuk bantu orang tua di lahan, (dari pada torang (kami) kasih tinggal dirumah lebih baik bantu torang di kebun),” jelasnya.

Kasus pernikahan di usia dini menurut Syaiful sangat mendominasi. Alasan paling banyak yang diterima oleh pihaknya adalah, lantaran para siswa merasa jenuh dengan tidak ada lagi kegiatan lainnya khususnya seperti datang ke sekolah dan aktivitas belajar mengajar seperti sebelumnya.

“Banyak laporan dari para guru kasus pernikahan dini dan ini menjadi  tantangan kita ke depan,” terangnya.

Ia juga mengimbau kepada orang tua agar selalu mengedukasi anak-anaknya tentang bahaya pernikahan dini dan juga memberikan pemahaman tentang situasi pandemi yang dihadapi saat ini. Meskipun daerah kita sudah ke zona hijau, tapi penerapan protokol kesehatan harus tetap diutamakan.

“Peran orang tua sangat berpengaruh besar untuk mendidik anak-anaknya. Makanya kami butuh kerja sama mereka dalam mengawal dan menjaga anak-anaknya, agar hal-hal buruk yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi,” harap Syaiful di akhir wawancara.

Reporter: Zulkifli Mangkau