Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Wali Kota Gorontalo Himbau, Proses Belajar Mengajar di SDN 90 Sipatana Tetap Berjalan

×

Wali Kota Gorontalo Himbau, Proses Belajar Mengajar di SDN 90 Sipatana Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo Himbau, Proses Belajar Mengajar di SDN 90 Sipatana Tetap Berjalan
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, saat meninjau SDN 90 Sipatana yang terkena musibah kebakaran. Sabtu (23/11/2019)

Dulohupa.id – Pasca kebaran yang menimpa SDN 90 Sipatana, Walikota Gorontalo, Marten Taha bersama sejumlah SKPD meninjau langsung kondisi SDN 90 Sipatana yang terbakar pada sabtu (23/11/2019). Dalam kunjungannya, Marten Taha mengatakan, sangat prihatin dengan musibah yang menimpa sekolah tersebut, untuk itu Pemerintah Kota Gorontalo Akan mengupayakan agar bangunan sekolah dapat segera diperbaikis ehingga proses belajar mengajar kembali normal.

“ Kami merasa prihatin dengan peristiwa yang menimpa SDN 90 Sipatana ini, pemerintah Kota Gorontalo akan mengupayakan agar secepatnya memperbaiki bangunan sekolah agar proses belajar mengajar kembali normal”. Ucap marten

Meskipun sejumlah ruang kelas tidak dapat digunakan, dirinya menghimbau kepada guru-guru, agar proses belajar mengajar harus tetap berjalan, karena menurutnya pendidikan adalah hal utama yang wajib diberikan kepada para siswa.

“ Saya sudah meminta kepada kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Gorontalo agar proses belajar mengajar tetap harus berjalan, dengan cara memaksimalkan dan mengoptimalkan ruangan yang ada dan melakukan pembelajaran dengan cara sihift pagi dan shift siang” agar para siswa tidak akan ketinggalan mata pelajaran.

Untuk ijaza siswa maupun ijazah guru yang terbakar, pihak sekolah diharapkan dapat melapor ke dinas terkait agar secepatnya dapat diganti. Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pendidikan akan memberikan buku pelajaran baru untuk mengantikan buku-buku yang rusak.

“ Saya tanyakan tadi ada sejumlah ijaza milik guru dan murid yang ikut terbakar, untuk itu saya sudah minta ke-pihak sekolah dapat melapor ke dinas agar bisa mendapatkan ijazah penganti, tentunya melalui keterangan dari pihak kepolisian. Kami juga akan menggantikan buku-buku pelajaran yang terbakar”. Tambah Marten (Kibong)