Dulohupa.id- Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Boalemo, diterjang banjir bandang pada Kamis, (16/9/2021).
Dari informasi yang dihimpun dulohupa.id, tujuh desa tersebut di antaranya enam desa di Kecamatan Tilamuta, yakni Desa Mohungo, Hungayonaa, Limbato, Lamu, Ayuhulalo, Lahumbo, dan satu desa di Kecamatan Dulupi, yakni Desa Dulupi.
Nonton videonya:
Camat Tilamuta, Mizan Uwade mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya bersama kepala Desa Hungayonaa akan mengevakuasi warga yang terdampak banjir ke kantor Desa Hungayonaa.
“Kami akan berusaha mengevakuasi ke kantor Desa Hungayonaa, dan sudah kami sampaikan kami juga sudah kasih nomornya kepala desa, tinggal menunggu kepastian dari masyarakat, dan menunggu telpon dari masyarakat, kapan mau dievakuasi,” sambung Mizan.
Sampai dengan saat ini kata Mizan, di Kecamatan Tilamuta ini sudah ratusan rumah warga yang terdampak banjir. Di Desa Hungayonaa saja, sudah berjumlah 80 rumah yang terendam banjir.
“Mungkin sudah ratusan rumah yang terdampak, Hungayonaa saja di hujan kedua ini sudah mencapai 80 rumah, belum lagi di Desa Mohungo dan Lahumbo. Untuk di Desa Mohungo sendiri, dari perempatan alfamart sampai Jembatan Soekarno itu hampir semua rumah warga di masuki air, belum lagi di seputaran kantor Desa Lahumbo,” ungkap dia.
Tak hanya itu, Mizan berharap masyarakat melakukan evakuasi dini mandiri, sebab hingga saat ini hujan masih terus berlangsung. Sebab tim evakuasi akan kesulitan mengevakuasi masyarakat saat malam hari.
“Hujan masih terus bertambah, maka kami persiapkan untuk masyarakat agar siap-siap saja untuk dievakuasi, jangan menunggu waktu malam, karena malam akan parah lagi,” ujarnya
Sementara Sekretaris Daerah, Sherman Moridu mengaku ruas jalan serta rumah-rumah penduduk saat ini terendam banjir. Pihaknya pun bersama dinas sosial, dan PMD sudah turun langsung ke rumah-rumah untuk membagikan makanan siap saji.
“Kami sudah mendistribusikan makan siap saji, bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan, dan juga mahasiswa UNG yang sedang turun KKN,” ujar Sherman.
Tak hanya itu, Sherman berharap, agar masyarakat segera menyelamatkan barang-barang berharga, dan menghindari aliran listrik yang dapat mengancam jiwa.
“Saya mengharapkan agar masyarakat untuk segera menyelamatkan barang berharga, dan terutama aliran listrik itu sangat membahayakan dan tolong untuk dihindari,” tutupnya.
Reporter: Hendrik Gani











