Dulohupa.id- Seorang warga Dembe, Kota Gorontalo batal menerima bantuan dalam program keluarga harapan (PKH), karena diketahui memiliki kredit di bank sebesar Rp 400 juta.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan, bahwa dari temuan pihak kelurahan setempat, dana sebesar Rp 400 juta itu digunakan untuk membeli mobil.
Tak heran kata Marten, warga tersebut tak mendapat dana PKH, meski namanya tercantum sebagai salah satu penerima.
Wali kota dua periode itu menjelaskan, bahwa bantuan PKH adalah bantuan untuk keluarga yang berkategori tidak mampu secara ekonomi, dan terdampak pandemi Covid-19. Makanya, pihaknya pun mengaku sangat hati-hati menyalurkan bantuan tersebut.
Karena itu ketika ada protes dari warga, maka ia segera melakukan pengecekan ke dinas terkait, dan ditemukan bahwa memang warga tersebut secara ekonomi dikategorikan tidak layak menerima bantuan PKH tersebut.
Ia pun mengaku tak pusing dengan protes yang dilayangkan warga Dembe itu, sebab ia hanyalah satu dari 5.276 warga yang sudah menerima bantuan di Kota Gorontalo.
“Kelurahan setempat sudah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan, dan ditemukan yang mana ia memiliki pinjaman di bank sebesar Rp 400 juta yang digunakan untuk membeli dua unit mobil yang saat ini terparkir di rumahnya” ujar Marten.
Ia pun berharap, pemerintah desa dan kelurahan, selektif dalam menentukan penerima bantuan itu.
Sebelumnya, seorang warga Kelurahan Dembe melayangkan protes kepada Pemkot Gorontalo, karena tidak menerima bantuan PKH, padahal namanya tercantum dalam daftar nama penerima. Protes itupun disampaikan oleh warga itu melalui seorang anggota DPRD Kota Gorontalo dapil Kota Barat Dungingi.
Reporter: Reinaldi Julfirman











