Dulohupa.id- Polres Gorontalo menurunkan sebanyak 273 personil untuk pengamanan tradisi Ketupat di wilayah tersebut pada Kamis (20/5) mendatang.
Kabag Ops Polres Gorontalo, AKP Omizon Eka Putra mengatakan, 273 personil pengamanan itu terdiri dari jajaran Polres Gorontalo, Polsek, dan bantuan kendali operasi (BKO) Polda Gorontalo. Selain unsur polri, ada juga dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol-PP, Dinas Kesehatan dan BPBD Kabupaten Gorontalo.
“Di hari perayaan lebaran ketupat itu, kita menurunkan 273 personil masing terdiri dari, 173 jajaran Polres Gorontalo, Polsek dan untuk 100 personil lagi itu dari BKO Polda Gorontalo,” ungkap Omizon saat ditemui di Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (18/5) sore.
“Selain itu juga ada dari TNI berjumlah 20 orang, Dinas Perhubungan dan Satpol-PP, masing-masing berjumlah 15 orang, kemudian itu Dinas Kesehatan dan BPBD Kabupaten Gorontalo masing-masing sebanyak 10 orang,” tambah Omizon.

Lebih lanjut katanya, pihak kepolisian kemungkinan tak akan melakukan pemblokiran jalan. Hanya saja, nanti akan ada rekayasa lalu lintas dengan sejumah pengalihan arus. Itu dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi kemacetan pada saat tradisi ketupat nanti. Selain itu juga personil pengamanan akan berjaga secara mobile.
“Untuk pengamanannya akan dilakukan secara mobile sepanjang lima sampai tujuh kilometer lebih dan pasti ada anggota akan ditempatkan di tiap titik jarak 50 meter,” ujarnya.
Pengamanan itu sendiri akan dibagi dua tahap. Pengamanan saat hari ketupat dan malam sebelumnya. Sebab, tak hanya hari ketupat, pada malam sebelumnya sudah banyak masyarakat yang saling mengunjungi.
“Maka pihak kami sudah bersiaga terlebih dahulu pada malam kamis tersebut. Sehingga kami akan melakukan pencegahan dan memberikan imbauan kepada warga yang sudah berkerumun, jadi untuk itu silahkan saja melaksanakan Lebaran Ketupat, tapi dengan catatan hindarilah kerumunan,” tandasnya.
Adapun beberapa kecamatan yang akan melaksanakan tradisi lebaran ketupat nanti antara lain, Kecamatan Limboto Barat, Bongomeme, dan Tibawa.
Reporter: Fandiyanto Pou











