Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Balai Pom Gorontalo Periksa Kandungan Takjil di Kota Gorontalo, Ini Hasilnya

×

Balai Pom Gorontalo Periksa Kandungan Takjil di Kota Gorontalo, Ini Hasilnya

Sebarkan artikel ini
Seorang petugas Balai POM melakukan pemeriksaan takjil di depan Kampus UNG/FOTO: Melki Gani

Dulohupa.id- Balai POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Gorontalo melakukan operasi pengawasan makanan untuk buka puasa atau takjil di depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Rabu sore (14/4). 

Dalam operasi itu, ada sedikitnya 46 sampel makanan dan minuman yang diambil dari pedagang, lalu diperiksa di tempat. Hasilnya, pemeriksaan itu tidak menunjukan adanya kandungan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. 

Petugas Balai POM mendatangi penjual takjil/FOTO: Melki Gani

Kepala Balai POM Gorontalo, Agus Yudi Prayudana menjelaskan, bahwa operasi pengawasan itu sendiri memang rutin dilakukan pada bulan Ramadhan. Tujuannya, “untuk melakukan intensifikasi pengawasan keamanan pangan khusus takjil di Kota Gorontalo. Dan dari 46 sampel makanan dan minuman hasilnya Alhamdulillah negatif atau tidak ada takjil yang mengandung bahan berbahaya,” Kata Agus.

Selain melakukan pengawasan jajanan takjil, petugas Balai POM juga melakukan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang penggunaan masker, sarung tangan dan tetap jaga jarak aman kepada pedagang. Petugas juga memberikan penyanitasi tangan (hand sanitizer) dan celemek kepada pedagang takjil.

“ Kegiatan ini juga bermaksud untuk membantu memulihkan UMKM di Provinsi Gorontalo. Bantuan yang kami berikan berupa celemek dan hand sanitizer yang menjaga kebersihan saat melayani pembeli” jelas Agus Yudi

Kegiatan pengawasan Jajanan Takjil ini akan terus dilaksanakan di seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo, untuk memberikan keamanan kepada masyarakat dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Menurutnya, jika ditemukan ada pedagang yang menggunakan campuran bahan berbahaya pada takjil yang mereka jual, petugas BPOM akan melakukan pembinaan kepada pedagang takjil tersebut.

“Jika ditemukan ada pedagang yang menggunakan bahan berbahaya pada olahan takjil, maka kami akan melakukan pembinaan terlebih dahulu kepada mereka. Kita bina dulu, kita berikan informasi yang jelas agar ke depannya mereka tidak lagi melakukan kesalahan dalam melakukan pengemasan pangan yang mereka jual kepada masyarakat.” jelas Agus. 

Reporter: Mega