Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
GORONTALOHEADLINEPERISTIWA

17 Kecamatan di Provinsi Gorontalo Terdampak Banjir Bandang

×

17 Kecamatan di Provinsi Gorontalo Terdampak Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini
Banjir Bandang Gorontalo
Kondisi pasca banjir bandang yang melanda Kelurahan Tenilo, Kota Gorontalo pada Rabu (26/6/2024) kemarin. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Berdasarkan data dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak 17 kecamatan yang ada di Provinsi Gorontalo terdampak banjir bandang pada Rabu (26/06/2024) kemarin.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Gorontalo, melalui Penata Penangulangan Bencana, Tahir Laendeng mengatakan bahwa ada beberapa wilayah yang terdampak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi kemarin.

Khusus untuk di Kabupaten Boalemo sebanyak 162 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 640 menjadi korban dari peristiwa ini, dimana tersebar di Kecamatan Tilamuta Desa Mohungo dan Kecamatan Paguyaman di Desa Rejonegoro.

Sementara di Kabupaten Bone Bolango ada sejumlah 152 KK dengan korban jiwa 577 orang, tersebar di Kecamatan Suwawa Timur di Desa Panggulo, Kecamatan Suwawa Selatan di Desa Libungo dan Desa Balea. Serta di Kecamatan Suwawa di Desa Bulodawa dan Kecamatan Botu Pingge di Desa Tanah Putih.

Di Kabupaten Gorontalo sendiri ada sebanyak 1.415 KK dengan jumlah 3.594 jiwa serta 1.127 unit rumah yang terendam. Ini tersebar di Kecamatan Dungalio di Desa Bongomeme, Desa Pilolalenga, Desa Duwanga, Desa Kaliyoso, dan Desa Pangadaa.

Di Kecamatan Bongomeme sendiri sebuah jembatan putus di Desa Batu Layar. Pada Kecamatan Biluhu, di Desa Lobuto, Desa Lobuto Timur dan Desa Biluhu Barat cukup parah kerusakannya. Sementara di Kecamatan Limboto Barat yaitu di Desa Hutabohu. Sedangkan di Kecamatan Tabongo itu di Desa Limehu serta Kecamatan Pulubala di Desa Pulubala satu unit jembatan putus. Di Kecamatan Bilato yaitu di Desa Totopo, Desa Juriya, dan Desa Bilato, menjadi daerah yang terdampak atas peristiwa tersebut, sementara khusus di Kecamatan Tibawa masih dalam pendataan petugas.

“Ini yang terparah itu adalah Kecamatan Biluhu. Itu yang terparah karena pengaruhnya banjir bandang jadi kerusakannya cukup parah,” ujar Tahir kepada Dulohupa, Kamis (27/06/2024).

Sementara di Kota Gorontalo terdapat 1.547 KK dengan jumlah jiwa 4.500 orang menjadi korban banjir akibat meluapnya air sungai Bone yang tersebar di Kecamatan Dumbo Raya, di Kelurahan Bugis, Kelurahan Talumolo, dan Kelurahan Botu. Di Kecamatan Kota Barat yaitu di Kelurahan Donggala dan Kelurahan Tenilo serta di Kecamatan Hulontalangi di Kelurahan Tenda menjadi daerah yang terdampak.
Banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung lama, sehingga menyebabkan air sungai meluap serta masuk merendam rumah-rumah warga hingga ketinggian air mencapai 50 sampai dengan 100 centimeter (cm) di wilayah Kabupaten Boalemo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo.

Air hingga kini telah surut, namun untuk aktivitas masyarakat belum kembali normal. Warga bersama petugas dan relawan sementara membersihkan sisa-sisa material yang di bawa saat banjir terjadi.

Reporter: yayan