Dulohupa.id – Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Gorontalo, Yahya Podungge tak mau menanggapi soal keterbukaan jumlah masyarakat di daerah setempat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Bahkan kata Yahya saat di wawancarai, dirinya menyebut hal ini tidak usah diberitakan. Ditanyakan alasannya, ia justru mengatakan bahwa dirinya takut salah dalam menyampaikan hal itu.
“Tidak usah diwawancara itu saya tidak mau menjawabnya. Soalnya nanti saya salah lagi,” kata Yahya Podungge saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Senin (18/7/2022).
Persoalan DTKS kini menjadi problematika di kalangan masyarakat. Terdaftar sebagai DTKS tentu sangat diharapkan oleh masyarakat pada umumnya, apalagi kepada mereka masyarakat miskin.
Mirisnya seorang Kepala Dinas sendiri tak mau membuka data masyarakat yang terdaftar dan tidak terdaftar dalam DTKS di Kabupaten Gorontalo.
Diketahui bahwa dalam perilisan data itu yang selalu diutamakan adalah keterbukaan informasi. Namun hal ini justru membuat masyarakat bertanya-tanya.
Contoh kasus yang terjadi saat ini ialah pengaktifan kembali BPJS, Itu bisa diaktifkan kembali berdasarkan rekomendasi dari Dinas Sosial. Dan harus terdaftar dalam DTKS. Kalau kemudian hal ini tidak disebarluaskan informasinya maka masyarakat sendiri akan kebingungan dalam kepengurusannya.
Yahya Podungge malah mengatakan bahwa pengusulan untuk dapat terdaftar dalam DTKS itu semua dari desa. Sebab menurutnya desalah yang mengetahui layak dengan tidaknya didaftarkan.
“Yang mendaftarkan DTKS itu dari desa. Karena yang tahu ekonomi kita orang desa. Kami itu hanya mendata mana yang aktif dengan yang tidak aktif,” jelas Yahya.
Reporter: Herman Abdullah











