Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Idris Rahim Mendorong Seluruh Pihak Ketenagakerjaan Memperluas Jaminan Perlindungan Pekerja

Dulohupa.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, mendorong seluruh pihak yang mengurusi sektor ketenagakerjaan, untuk memperluas perlindungan pekerja dengan memberikan jaminan sosial. Sebab, pandemi COVID-19 katanya, telah memberi dampak pada seluruh sektor kehidupan, termasuk sektor ketenagakerjaan. Hal tersebut seperti diungkapkan Idris pada webinar bertema Sinergi Penyelenggara Program Jamsostek di Era Pandemi COVID-19.

“Banyak pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja, ada yang dirumahkan, bahkan ancaman hilangnya perlindungan jaminan sosial tenaga kerja akibat menurunnya iklim investasi dan tingkat produksi,” kata Idris Rahim.

Sehingga untuk mencegah dan mengurangi dampaknya terhadap sektor ketenagakerjaan, pemerintah telah menetapkan enam kebijakan strategi dalam upaya mitigasi pandemi COVID-19. Salah satunya yakni paket stimulus ekonomi Jaring Pengaman Sosial di sektor ketenagakerjaan yang antara lain berupa Kartu Pra Kerja, bantuan subsidi upah atau BLT bagi pekerja, serta relaksasi kewajiban iuran perlindungan jaminan ketenagakerjaan bagi perusahaan hingga satu persen.

“Saya instruksikan seluruh pihak terkait untuk memastikan para pekerja di Provinsi Gorontalo yang masuk dalam kategori penerima Kartu Pra Kerja atau bantuan subsidi upah, telah menerima manfaat dari bantuan stimulan tersebut,” tegas Idris.

Lebih lanjut mantan Sekda Provinsi Gorontalo itu mengajak seluruh pihak yang terkait dengan sektor ketenagakerjaan untuk bersinergi memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, baik pekerja formal, informal, aparatur desa, tenaga honorer, maupun Aparatur Sipil Negara. Menurutnya, program BPJS Ketenagakerjaan memiliki manfaat yang besar bagi para pekerja di masa pandemi COVID-19.

“Kalau perlu kita rancang bersama dalam bentuk produk hukum yang memuat aturan teknis untuk memperluas cakupan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan agar seluruh pekerja terlindungi jiwa raganya,” tutur dia. **(adv)