Dulohupa.id- Terhitung mulai Januari sampai November 2021, sebanyak 654 warga di Kabupaten Gorontalo yang terkena penyakit Tuberkulosis atau TBC.
Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Shampir mengatakan, ratusan warga yang terkena penyakit paru-paru akibat kuman mycobacterium tuberculosis tersebut, menurun dibandingkan di tahun sebelumnya.
“Kalau di tahun 2020 itu kurang lebih mencapai 1.000 warga yang terkena TBC. Jadi, di tahun ini angka itu berkurang,” ujar Roni saat dihubungi Dulohupa.id, Sabtu (06/11/2021) sore.
“Mudah-mudahan tidak ada penambahan pasien yang terkena TBC hingga akhir tahun,” tambah dia.
Adapun kata Roni, penderita TBC di wilayah tersebut berusia mulai dari 11 sampai 60 tahun. Paling banyak kata dia adalah laki-laki.
“Untuk perempuan masih terhitung rendah di Kabupaten Gorontalo, kalau laki-laki sekitar 70 persen, anak-anak juga masih dikatakan rendah. Tapi mulai dari berusia 26 tahun ke atas itu yang paling banyak,” jelasnya.
Lebih lanjut kata Roni, walaupun di Kabupaten Gorontalo terhitung angka TBC menurun, tapi alangkah baiknya dilakukan pencegahan terlebih dahulu, apalagi untuk anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih lemah.
“Lebih baik kita mencegah dengan cara hidup sehat, makan-makanan yang teratur dan paling utama itu berhentilah merokok dan jauhilah perokok, karena dari situlah paling banyak penyakit TBC itu timbul,” tandas Roni.
**











