Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKAB POHUWATOPOHUWATO

Ribuan Warga Pohuwato Antusias Manfaatkan Pengobatan Gratis pada HBDI

×

Ribuan Warga Pohuwato Antusias Manfaatkan Pengobatan Gratis pada HBDI

Sebarkan artikel ini
Pengobatan Gratis
Antusias masyarakat yang datang ke salah satu stand pengobatan gratis pada kegiatan HBDI yang ke 115. Foto: Hendrik Gani

Dulohupa.id – Ribuan masyarakat antusias memanfaatkan pengobatan gratis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pohuwato pada kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) se-Provinsi Gorontalo yang digelar di Desa Sipayo, Kecamantan Paguat, Sabtu (22/7/2023).

Masyarakat yang datang mengikuti pelayanan kesehatan secara gratis oleh para dokter spesialis itu bukan hanya masyarakat yang berasal dari Kecamantan Paguat saja, namun ada juga masyarakat dari Kecamatan Dengilo dan sebagian masyarakat dari Kabupaten Boalemo.

Pada kegiatan HBDI yang ke 115 itu menghadirkan berbagai macam pengobatan secara gratis. Seperti pengobatan penyakit umum, bedah, THT, sunatan massal, kebidanan, konsultasi kejiwaan, hingga konsultasi ibu hamil dan Balita yang langsung ditangani oleh para dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) se-Provinsi Gorontalo.

Ketua panitia kegiatan HBDI yang ke 115, Dr. Dian Ikagustina Tambunan yang juga merupakan salah satu dokter di Rumah Sakit Bumi Panua Kabupaten Pohuwato itu mengaku bangga dengan antusias masyarakat yang datang berobat di tempat itu.

“Semua gratis. Dokter berbakti kepada masyarakat,” ujar Dr Dian Ikagustina Tambunan.

Dengan adanya pengobatan gratis dari para dokter yang langsung turun menghampiri masyarakat ini juga bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan pengobatan itu sendiri. Seperti halnya para pasien tersebut tidak lagi jauh-jauh datang mencari dokter dan juga meminimalisir anggaran transportasi. Dan juga masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak perlu mengeluarkan biaya.

“Saya bangga dan bahagia sekali melihat antusias masyarakat. Tidak seberapa yang kita berikan kepada masyarakat. Mungkin ketidaknyamanan juga. Seperti pasien-pasien yang tidak bisa jalan yang harus di papah, ibu hamil harus jalan, dan juga anak-anak. Tapi yah, inilah yang hanya bisa kami berikan, mungkin dengan kami ada dengan hanya berdiskusi dengan kami itu bisa menambah pengobatan kami untuk dia (Pasien). Dan dia mungkin tidak perlu untuk transfor jauh-jauh menemui dokternya, dan tidak membayar lagi,” sambungnya.

Dirinya juga menjelaskan pengobatan ini tidak akan berhenti sampai disini. Hal ini akan menjadi satu majalah atau daftar pustaka pihaknya untuk membantu masyarakat yang memang perlu dibantu.

“Semua yang kita dapat dari sini semua akan menjadi majalah atau daftar pustaka kita, bahwa kita mempunyai masyarakat yang perlu dibantu. Jadi tidak berhenti sampai disini, kita ada rumah sakit di Pohuwato, ada rumah sakit sampai di provinsi itu kita siap memfasilitasi,” jelasnya.

Reporter: Hendrik Gani