Scroll Untuk Lanjut Membaca
BOALEMOPEMKAB BOALEMO

Ancaman Krisis Air Mengintai, Pemkab Boalemo Susun Dokumen RISPAM

×

Ancaman Krisis Air Mengintai, Pemkab Boalemo Susun Dokumen RISPAM

Sebarkan artikel ini
RISPAM Boalemo

Dulohupa.id – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Boalemo menggelar kegiatan paparan pendahuluan penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kabupaten Boalemo Tahun 2026–2046 yang berlangsung di Cabana Resort Bolihutuo.

Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Boalemo, Supandra Nur, yang menegaskan bahwa persoalan air minum merupakan isu vital karena berkaitan langsung dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Menurutnya, krisis air minum baik dari sisi jumlah debit maupun kualitas air, khususnya di wilayah padat penduduk, dapat memberikan dampak buruk secara cepat terhadap kehidupan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan.

“Olehnya itu, dalam rangka pemenuhan sarana dan prasarana air minum, Dinas PUPRPKP Kabupaten Boalemo menyelenggarakan kegiatan penyusunan Dokumen RISPAM Kabupaten Boalemo Tahun 2026–2046,” ujar Supandra Nur dalam sambutannya.

Sementara itu, Tenaga Ahli dari CV. Ethnic Konsultan menjelaskan bahwa sebelumnya Kabupaten Boalemo telah memiliki dokumen RISPAM yang disusun pada tahun 2020. Penyusunan dokumen terbaru ini dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Dalam pemaparannya, sejumlah isu strategis terkait penyediaan air minum di Kabupaten Boalemo turut diangkat, di antaranya kualitas 15 sumber air baku yang masuk kategori tercemar ringan, kerusakan instalasi pengolahan air IPA Dulupi lama, rendahnya tingkat penggantian meter air pelanggan, serta kondisi infrastruktur jaringan distribusi yang telah melebihi usia teknis.

Melalui penyusunan dokumen RISPAM tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat merancang sistem penyediaan air minum yang lebih optimal dan berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun 2046.

Reporter: Mat