Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Pengajuan PSBB Ditolak, Pintu Masuk Gorontalo Lebih Diperketat

Dulohupa.id – Menindak lanjuti Penolakan PSBB oleh pemerintah Pusat,  Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah tegas memperketat pintu masuk lewat udara, dengan melakukan Rapid Test kepada semua penumpang yang datang ke Gorontalo. Jika dalam pemeriksaan Rapid Test ada penumpang yang positif, maka akan langsung dipulangkan kembali.

Hal ini disampaikan Rusli Habibie usai pelaksanaan rapat Video Conference (Vidcon) dengan bupati-wali kota dan unsur forkopimda. Dikatakan oleh Rusli Habibie, penegasan ini tidak hanya berlaku pada pintu masuk udara saja, namun juga pintu masuk darat dan lautpun diberlakukan seperti itu.

“Kita bukan menutup tapi memeriksa. Contohnya di posko Atinggola (perbatasan Gorontalo dan Sulut), ada masyarakat dari Sulawesi Utara yang ingin masuk Gorontalo. Ketika lihat ada indikasi maka saat itu juga dilakukan rapid test. Kalau dia masyarakat Gorontalo dia langsung kita karantina,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo, pemerintah kabupaten sudah menyiapkan sendiri lokasi karantina untuk ODP dan PDP yang terindikasi positif dan Khusus Kota Gorontalo, akan dikarantina di mess haji yang menjadi lokasi karantina Pemprov.

Rusli menambahkan Kebijakan lain terkait dengan rencana penutupan pasar harian tradisional dan penjual dan pedagang diminta mulai membiasakan diri dengan aplikasi daring yang disiapkan oleh pemerintah setempat.

“Sudah ada tiga daerah yang mengembangkan aplikasinya. Sudah kita putuskan tadi untuk penutupan, tapi butuh sosialisasi kepada masyarakat. Penutupan pasar harian diserahkan ke kabupaten-kota,” ungkapnya.

Rusli berharap ada keseragaman dan solusi terbaik untuk penutupan pasar harian. Sebab menurut Rusli, jika satu daerah melarang dan daerah lain memperbolehkan maka akan terjadi perpindahan penjual dan pembeli di daerah tersebut.

“Sehingga saya sampaikan ke bupati dan wali kota untuk duduk bersama mencari solusi terbaik. Kita tutup pasar harian juga tidak mudah. Kalau aplikasi online belum bisa dijangkau semua. Kita mencari solusi dan menyelesaikan masalah tanpa masalah,” tandasnya.

Terkait dengan pembatasan sosial kegiatan keagamaan, Gubernur Rusli meminta mematuhi edaran dari Kementerian Agama nomor 6 Tahun 2020. “Beberapa poinnya yakni melaksanakan ibadah selama bulan Ramadan di rumah,” tutupnya.(Adv/rls)