Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Jadi Garda Terdepan Covid-19 di Kelurahan, Honor RT di Kota Gorontalo Disunat

Dulohupa.id – Menjadi garda terdepan dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19, nampaknya tidak menjadi pertimbangan bagi para Ketua RT (Rukun Tetangga) di Seluruh Wilayah Kota Gorontalo, untuk ikut tidak terdampak badai ekonomi Covid-19. Hal ini setelah honor para Ketua RT yang ada di Kota Gorontalo dipangkas pada triwulan pertama.

Hal ini di ungkapkan oleh salah satu ketua RT yang enggan di sebutkan namanya di Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Merasa masih banyak anggaran yang bisa di pangkas Ketua RT ini keluhkan hal tersebut. Pasalnya, honor yang harusnya di terima 900 ribu setiap triwulannya, kali ini hanya 300 ribu.

“Kenapa nanti torang punya yang di potong? Padahal sejak pandemi ini, tugas pendataan naik turun ke rumah-rumah, itu lebih intens. Apa lagi kalau ada pelaku pejalan di wilayah kami, kami yang turun lebih dulu, sehingga kemungkinan terpapar lebih besar. Hujatan, makian dari masyarakat kami yang terima langsung. Kenapa tidak di potong dari anggaran POPMas,  ada berapa persen kan di khususkan untuk pelatihan di masing-masing kelurahan. Kan tidak ada yang melaksanakan pelatihan saat pandemi begini,” Tuturnya.

Persoalan ini dibenarkan oleh Camat Sipatana, Sofyan Butolo, saat coba dikonfirmasi senin (1/6). Bahkan menurut Sofyan, pemotongan honor RT itu, bukan hanya terjadi di Kecamatan Sipatana tetapi di seluruh Kecamatan di Kota Gorontalo. Sofyan mengatakan, pemotongan anggaran ini merupakan dampak dari pemenuhan kebutuhan anggaran penanganan Covid-19, di Kota Gorontalo.

“Prinsipnya, ini bukan keinginan kami di Kecamatan. Seluruh SKPD, Kecamatan, dan Kelurahan itu ada pemangkasan anggaran. Dari TAPD, ke Badan Keuangan sudah di tetapkan anggaran mana saja yang di pangkas, makanya Kecamatan Dan Kelurahan juga kurang menyesuaikan”. Tegasnya saat di konfirmasi Reporter Dulohuoa.id, melalui sambungan telepon Senin (1/6). (ERIK)