Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Pria di Gorontalo Nekat Bunuh Pacarnya

Dulohupa.id – Motif pembunuhan yang terjadi kepada korban Mawar (nama samaran – red), guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun I Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Diduga dilakukan oleh MDP alis Muu akhirnya terungkap. Tersangka nekad membunuh korban, karena ditenggarai tidak dilayani untuk berhubungan badan.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kapolres Gorontalo AKBP Ade Permana SIK, saat melukan Conference Pers pada Rabu (22/07), dimana menurutnya hasil pemeriksaan tersangka yang dilakukan oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Gorontalo, pelaku mengakui motif pembunuhan tersebut.

Lebih lanjut dikatakan oleh mantan Kapolres Boalemo, kejadian berawal dari Korban meminjam uang dari sebuah bank senilai Rp 8 Juta, namun setelah pencairan uang pinjaman tersebut, langsung dipinjam oleh tersangka, yang masih ada hubungan pacaran dengan korban.

Namun dikatakan AKBP Ade Permana, uang tersebut tidak kunjung dikembalikan oleh tersangka, karena pekerjaannya yang serabutan maka sulit untuk membayarnya. Hingga pada Jumat (17/07) Korban menelpon Tersangka untuk menagih uang pinjaman tersebut.

Disampaikan juga oleh Kapolres, tersangka yang saat itu sudah dalam keadaan mengkonsumsi minuman keras, langsung mendatangi rumah korban dan masuk kedalam kamarnya. Dalam keadaan mabuk, tersangka menyatakan belum bisa membayar hutang, hingga terjadi percekcokan diantara keduanya.

Lagi Kata Ade Permana, sesaat kemudian, tersangka mengatakan kepada korban, ingin melakukan hubungan badan namun ditolak oleh Korban dengan alasan korban sudah berbau minuman keras. Lantaran sudah dipengaruhi miras, emosi tersangka tidak terkontrol dan langsung menampar korban.

“Karena korban berteriak tersangka kembali menamparnya. Setelah itu tersangka mencecik leher korban hingga korban lemas dan akhirnya meninggal dunia. Untuk saat ini tersangka kita jerat dengan Pasal 338 dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun,” tandasnya. (Dade)