AMSI Gorontalo Gelar Pelatihan Literasi Berita untuk Publik

oleh -39 Dilihat
AMSI Gorontalo
Pelatihan Literasi Media untuk publik melawan Mis/Disinformasi. (Dok: Dulohupa)

Dulohupa.idAsosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Gorontalo menggelar pelatihan literasi berita untuk publik melawan Mis dan Disinformasi di Bandhayo Lo Yiladia, Kota Gorontalo, Selasa (27/9/22).

Kegiatan yang dibuka langsung Wali Kota Gorontalo, Marten Taha itu, dikuti peserta dari Jurnalis, mahasiswa, Kehumasan dari berbagai perguruan Tinggi, Dinas Komunikasi Informatika Provinsi dan Kabupaten/Kota, Lembaga Swadaya/Organisasi, serta stake holder lainnya.

Kordinator Wilayah (Korwil) AMSI Indoensia Timur, Upi Asmaradhana menjelaskan, AMSI saat ini anggotanya mencapi 349 orang yang tersebar di Indonesia. AMSI didirikan untuk memerangi Hoax atau informasi bohong yang tersebar di media sosial.

Oleh sebab itu, kegiatan Literasi pemberitaan yang digelar AMSI diharapkan bisa memberikan keterampilan kepada peserta untuk melakukan edukasi, verifikasi dan mencari sumber yang beredar di masyarakat.

“Jadi tujuannya kegiatan ini, bukan saja dari media, pemerintahan, tapi masyarakat umum juga ikut berperan memerangi Hoax yang bisa memecah bela masyarakat,” ucap Upi Asmaradhana.

Ia berharap masyarakat khususnya peserta kegiatan agar kritis untuk menerima informasi dan memiliki pengetahuan tentang literasi media. Sehingga bisa membedakan informasi yang benar dan mana yang keliru.

“Kami juga berterima kasih kepada pengurus AMSI Gorontalo serta pemerintah dan seluruh pihak yang turut memberikan pemahaman kepada masyarakat,” imbuh Korwil AMSI Indonesia Timur, Upi Asmaradhana.

Di tempat yang sama, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha meminta awak media terutama jurnalis agar menulis sesai kaidah jurnalistik, sehingga masyarakat menerima informasi dengan benar.

“Selama ini kan ada informasi yang kita tidak tahu sumber itu dari mana, maka apa yang dilakukan AMSI ini suatu upaya membendung adanya berita-berita bohong,” tutur Marten Taha.

Marten juga mengaku akan mendukung bahkan akan memfasilitasi pelatihan literasi publik ini. Sebab kata Marten, kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menerima informasi akurat.

“Saya juga telah memerintahkan bagian humas pemerintahan harus mengikuti kegiatan ini, agar menambah kompetensi untuk mengelola berita,” pungkasnya.

Eki/Dulohupa